Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Juli 2019 | 23.17 WIB

Pecahkan Rekor TI DOTA 2, Fortnite World Cup Perebutkan Rp 422 M

LAGI HIT: Para bocah peserta kompetisi tari dari game Fortnite di Las Vegas Comic Con bulan lalu. Dua tahun terakhir, game tersebut banyak dimainkan. Final World Cup-nya berlangsung 26-28 Juli mendatang. (PAUL BUTTERFIELD/GETTY IMAGES FOR AMAZING COMIC CO - Image

LAGI HIT: Para bocah peserta kompetisi tari dari game Fortnite di Las Vegas Comic Con bulan lalu. Dua tahun terakhir, game tersebut banyak dimainkan. Final World Cup-nya berlangsung 26-28 Juli mendatang. (PAUL BUTTERFIELD/GETTY IMAGES FOR AMAZING COMIC CO

JawaPos.com - Rekor turnamen game dengan hadiah paling besar sejagat raya dipegang The International (TI) DOTA 2 sejak 2011 sampai sekarang. Nyaris tanpa lawan. Namun, rekor itu bisa berakhir tahun ini.

Epic Games membuat gebrakan. Pengembang game dari Carolina Utara, Amerika Serikat, itu mengumumkan bahwa perebutan hadiah untuk Fortnite World Cup Finals mencapai USD 30 juta atau setara Rp 422 miliar. Nilainya lebih besar ketimbang hadiah TI DOTA 2 2018 yang mencapai Rp 364 miliar.

Tahapan kualifikasi Fortnite World Cup Finals digelar sejak April lalu. Acara pemungkasnya bakal digelar 26–28 Juli di New York. Tahapan final nanti diikuti 100 pemain terbaik dari seluruh dunia. Meski belum main di babak final, semua peserta yang lolos sudah pasti mengantongi duit Rp 704 juta.

Tentu itu adalah gebrakan besar dari Epic Games. Sebab, tahun lalu mereka hanya mampu membuat turnamen dengan total hadiah Rp 57 miliar dari gelaran Fortnite Fall Skirmish Series 2018.

Harus diakui, Fortnite memang menjadi salah satu game dengan perkembangan paling pesat dalam dua tahun terakhir. Jumlah pemainnya diperkirakan sudah lebih dari 250 juta orang di seluruh dunia.

Apakah DOTA 2 diam saja? Tampaknya tak akan semudah itu memecahkan rekor TI DOTA 2 2019 yang bakal digelar Agustus mendatang. Sebab, DOTA 2 punya sistem battle pass yang membuat total hadiah turnamen bertambah setiap hari. ”Masih ada waktu dua bulan lagi,” kata pengamat e-sport Wykrhm Reddy.

Saat fans membayar untuk battle pass turnamen, 25 persen duit itu masuk ke rekening khusus untuk hadiah turnamen. Karena itulah, setiap tahun para pemenang TI DOTA 2 selalu membawa hadiah lebih besar daripada tahun sebelumnya.

Hingga tadi malam, hadiah yang terkumpul sudah mencapai Rp 366 miliar. Sudah melampaui rekor tahun lalu. Wykrhm yakin bahwa total hadiah tersebut bakal terus bertambah. Terutama satu bulan terakhir sebelum TI 2019 digelar. ”Sejak hari pertama battle pass dibuka, DOTA 2 sudah mencetak sejarah. Saya yakin DOTA 2 tetap mencetak sejarah tahun ini,” katanya.

Mendekati turnemen, Valve sebagai pengembang DOTA 2 bakal memberikan promosi item-item menarik supaya fans lebih gencar membeli battle pass. Hal tersebut juga dilakukan pada turnamen-turnamen sebelumnya.

Jurnalis kotaku.com Ethan Gach mengatakan, Valve tak tinggal diam. Dia mencatat, sejak pekan lalu Valve menawarkan Battle Level Bundle Sale. ”Yang seharusnya seharga Rp 1,6 juta didiskon jadi Rp 422 ribu. Karena itulah, terjadi peningkatan signifikan battle pass,” kata dia.

Ethan menambahkan, sistem prize pool yang melibatkan para fans bakal membuat DOTA 2 terus bertahan. Sebab, persaingan di dunia e-sport saat ini menggila. Menurut dia, fans yang loyal adalah modal utama bagi pengembang game untuk bisa bertahan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore