
LAGI HIT: Para bocah peserta kompetisi tari dari game Fortnite di Las Vegas Comic Con bulan lalu. Dua tahun terakhir, game tersebut banyak dimainkan. Final World Cup-nya berlangsung 26-28 Juli mendatang. (PAUL BUTTERFIELD/GETTY IMAGES FOR AMAZING COMIC CO
JawaPos.com - Rekor turnamen game dengan hadiah paling besar sejagat raya dipegang The International (TI) DOTA 2 sejak 2011 sampai sekarang. Nyaris tanpa lawan. Namun, rekor itu bisa berakhir tahun ini.
Epic Games membuat gebrakan. Pengembang game dari Carolina Utara, Amerika Serikat, itu mengumumkan bahwa perebutan hadiah untuk Fortnite World Cup Finals mencapai USD 30 juta atau setara Rp 422 miliar. Nilainya lebih besar ketimbang hadiah TI DOTA 2 2018 yang mencapai Rp 364 miliar.
Tahapan kualifikasi Fortnite World Cup Finals digelar sejak April lalu. Acara pemungkasnya bakal digelar 26–28 Juli di New York. Tahapan final nanti diikuti 100 pemain terbaik dari seluruh dunia. Meski belum main di babak final, semua peserta yang lolos sudah pasti mengantongi duit Rp 704 juta.
Tentu itu adalah gebrakan besar dari Epic Games. Sebab, tahun lalu mereka hanya mampu membuat turnamen dengan total hadiah Rp 57 miliar dari gelaran Fortnite Fall Skirmish Series 2018.
Harus diakui, Fortnite memang menjadi salah satu game dengan perkembangan paling pesat dalam dua tahun terakhir. Jumlah pemainnya diperkirakan sudah lebih dari 250 juta orang di seluruh dunia.
Apakah DOTA 2 diam saja? Tampaknya tak akan semudah itu memecahkan rekor TI DOTA 2 2019 yang bakal digelar Agustus mendatang. Sebab, DOTA 2 punya sistem battle pass yang membuat total hadiah turnamen bertambah setiap hari. ”Masih ada waktu dua bulan lagi,” kata pengamat e-sport Wykrhm Reddy.
Saat fans membayar untuk battle pass turnamen, 25 persen duit itu masuk ke rekening khusus untuk hadiah turnamen. Karena itulah, setiap tahun para pemenang TI DOTA 2 selalu membawa hadiah lebih besar daripada tahun sebelumnya.
Hingga tadi malam, hadiah yang terkumpul sudah mencapai Rp 366 miliar. Sudah melampaui rekor tahun lalu. Wykrhm yakin bahwa total hadiah tersebut bakal terus bertambah. Terutama satu bulan terakhir sebelum TI 2019 digelar. ”Sejak hari pertama battle pass dibuka, DOTA 2 sudah mencetak sejarah. Saya yakin DOTA 2 tetap mencetak sejarah tahun ini,” katanya.
Mendekati turnemen, Valve sebagai pengembang DOTA 2 bakal memberikan promosi item-item menarik supaya fans lebih gencar membeli battle pass. Hal tersebut juga dilakukan pada turnamen-turnamen sebelumnya.
Jurnalis kotaku.com Ethan Gach mengatakan, Valve tak tinggal diam. Dia mencatat, sejak pekan lalu Valve menawarkan Battle Level Bundle Sale. ”Yang seharusnya seharga Rp 1,6 juta didiskon jadi Rp 422 ribu. Karena itulah, terjadi peningkatan signifikan battle pass,” kata dia.
Ethan menambahkan, sistem prize pool yang melibatkan para fans bakal membuat DOTA 2 terus bertahan. Sebab, persaingan di dunia e-sport saat ini menggila. Menurut dia, fans yang loyal adalah modal utama bagi pengembang game untuk bisa bertahan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
