
Hoax SD demo
JawaPos.com - "Kakak, om, tante hari ini giliran kami yang turun ke jalan." Begitu bunyi spanduk dalam foto yang menyebar di Facebook beberapa hari terakhir. Cukup menarik lantaran spanduk itu dipegang beberapa anak SD. Di antara para pelajar tersebut ada seorang pemuda yang berdiri memegang pelantang suara. Terkesan anak-anak itu berpartisipasi dalam rangkaian aksi akhir-akhir ini untuk menolak pengesahan beberapa RUU kontroversial.
Jawa Pos menemukan foto itu diunggah akun Facebook Nasiruddin (fb.com/profile.php?id=100034527790380) pada 26 September 2019. "Anak SD ikut demo juga. kemaren anak stm/sma. Anak Sd aja paham. kalau ini negara sedang tidak beres," tulis Nasiruddin. Kemarin unggahan tersebut terus dibagikan ulang, salah satunya oleh pemilik akun Facebook Hamsul Popalan (fb.com/hamsulpopalan.popalan).
Benarkah anak-anak SD itu ikut aksi demo seperti yang dilakukan mahasiswa dan anak-anak SMK/SMA di Jakarta? Memanfaatkan situs padanan gambar, foto tersebut ternyata tidak berkaitan dengan gelombang demo baru-baru ini. Versi asli foto itu pernah diunggah portal berita kompas.com. Anak-anak SD tersebut memang ikut aksi demo di depan DPRD Palopo, 23 Juli 2018. Mereka mengangkat tema menolak komersialisasi pendidikan.
Tulisan di spanduk juga sudah mengalami rekayasa digital. Versi aslinya berbunyi PMII dan Masyarakat STOP komersialisasi pendidikan. Anda bisa melihatnya di bit.ly/FotoAsli2018.
Peristiwa anak SD ikut demo itu juga diberitakan Radarmakassar.com pada 23 Juli 2018. Judul beritanya berbunyi Tak Diijinkan Sekolah, Siswa SD di Palopo Demo Disdik. Disebutkan, penyebab demo adalah sikap pihak sekolah yang tidak mengizinkan para siswa mengikuti proses belajar. Padahal, uang administrasi telah dibayar.
Mereka menuntut agar siswa yang dikeluarkan bisa sekolah kembali. Juga, meminta pertanggungjawaban Dinas Pendidikan Kota Palopo dan wali kota Palopo terkait dengan kisruh penerimaan peserta didik baru di SDN Kota Palopo.
Wakil Ketua DPRD Kota Palopo Hasrianti menyayangkan kejadian tersebut. Menurut dia, permasalahannya sangat jelas. Anak-anak itu menjadi korban SK wali kota tentang penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2018–2019. ’’DPRD berharap siswa yang saat ini sudah berada di sekolahnya tidak dikeluarkan,’’ ucapnya kala itu.
Salah satu solusi yang diajukan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palopo Amir Santoso adalah memfasilitasi siswa SD untuk dipindahkan ke sekolah lain yang kuotanya masih tersedia. Anda dapat membaca beritanya di bit.ly/DemoAnakSD.
FAKTA
Foto anak-anak SD ikut demo yang diunggah Nasiruddin terjadi pada Juli 2018. Lokasinya di Palopo. Temanya tentang protes penerimaan peserta didik baru. Tidak ada kaitannya dengan aksi demo mahasiswa dan siswa SMK baru-baru ini di Jakarta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022