Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Januari 2021 | 12.48 WIB

Produsen Hoaks Pakai Video Lawas Aksi Demo Warga Papua

Photo - Image

Photo

KASUS ujaran rasisme yang dilaukan Ambroncius Nababan terhadap Natalius Pigai menjadi sorotan banyak pihak. Produsen hoax pun ikut ambil bagian untuk memperkeruh suasana. Mereka menyebar video aksi demo warga Papua pada 2019, tapi diberi keterangan bahwa rakyat Papua mengamuk pascakasus rasisme terhadap Pigai.

’’BERITA TERBARU HARI INI ~ RIBUAN MASYARAKAT PAPUA MENGAMUK SOAL RASISME NATALIUS PIGAI !! VIRAL NEWS,’’ tulis akun Facebook News Viral sembari mengunggah video siaran langsung pada 26 Januari 2021. Hingga kemarin, posting-an itu sudah disebar lebih dari 26 ribu kali (bit.do/BeritaTerbaruHariIni).

Video berdurasi 10 menit 31 detik tersebut diawali orasi seorang perempuan Papua. Dia mengecam perilaku dan sikap rasisme terhadap masyarakat Papua. Kemudian, video itu memperlihatkan masyarakat berunjuk rasa, dilanjutkan dengan pernyataan Ambroncius Nababan bahwa dirinya yang mengunggah posting-an bernuansa rasis terhadap Natalius Pigai.

Selebihnya, video itu memperdengarkan pengisi suara yang membacakan berita dari portal Gelora News tentang perilaku rasisme Ambroncius Nababan yang ditujukan kepada aktivis Papua Natalius Pigai.

Saat ditelusuri, sesi video yang memperlihatkan perempuan Papua berorasi itu direkam pada 2019. Potongan video yang sama diunggah kanal YouTube Recony Squad pada 22 Agustus 2019. Judulnya berbunyi SUARA PEREMPUAN PAPUA (AKSI DEMO DAMAI) JAYAPURA 19 AGUSTUS 2019. Isinya tentang unjuk rasa di halaman kantor gubernur Papua atas kasus rasisme di Asrama Papua Surabaya pada 2019. Anda dapat melihatnya di bit.do/Demo2019.

Baca Juga: Nadiem Ancam Pecat Jajaran SMKN 2 Padang, Kepsek: Salah Saya di Mana?

Terkait dengan situasi terkini di Papua, Ketua Dewan Adat Byak Apolos Sroyer mengatakan bahwa pernyataan tersangka rasisme itu tidak terlalu berpengaruh terhadap kondusivitas daerah. Sebab, banyak orang yang paham untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarmasyarakat.

’’Kami tidak perlu menanggapi posting-annya (Ambroncius Nababan). Sebab, masih banyak persoalan Papua yang perlu diurus,’’ kata Byak kemarin (28/1). Meski kasus tersebut viral dan menjadi perbincangan publik, pantauan di beberapa titik wilayah Kota Jayapura menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat berjalan normal. Anda dapat membaca ulasan papua.inews.id di bit.do/PapuaKondusif.

---

FAKTA

Sesi video perempuan Papua berorasi itu terjadi pada 2019. Tidak ada kaitannya dengan posting-an rasisme Ambroncius Nababan kepada Natalius Pigai.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=FnE1zGkPnYA

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore