
Photo
KASUS ujaran rasisme yang dilaukan Ambroncius Nababan terhadap Natalius Pigai menjadi sorotan banyak pihak. Produsen hoax pun ikut ambil bagian untuk memperkeruh suasana. Mereka menyebar video aksi demo warga Papua pada 2019, tapi diberi keterangan bahwa rakyat Papua mengamuk pascakasus rasisme terhadap Pigai.
’’BERITA TERBARU HARI INI ~ RIBUAN MASYARAKAT PAPUA MENGAMUK SOAL RASISME NATALIUS PIGAI !! VIRAL NEWS,’’ tulis akun Facebook News Viral sembari mengunggah video siaran langsung pada 26 Januari 2021. Hingga kemarin, posting-an itu sudah disebar lebih dari 26 ribu kali (bit.do/BeritaTerbaruHariIni).
Video berdurasi 10 menit 31 detik tersebut diawali orasi seorang perempuan Papua. Dia mengecam perilaku dan sikap rasisme terhadap masyarakat Papua. Kemudian, video itu memperlihatkan masyarakat berunjuk rasa, dilanjutkan dengan pernyataan Ambroncius Nababan bahwa dirinya yang mengunggah posting-an bernuansa rasis terhadap Natalius Pigai.
Selebihnya, video itu memperdengarkan pengisi suara yang membacakan berita dari portal Gelora News tentang perilaku rasisme Ambroncius Nababan yang ditujukan kepada aktivis Papua Natalius Pigai.
Saat ditelusuri, sesi video yang memperlihatkan perempuan Papua berorasi itu direkam pada 2019. Potongan video yang sama diunggah kanal YouTube Recony Squad pada 22 Agustus 2019. Judulnya berbunyi SUARA PEREMPUAN PAPUA (AKSI DEMO DAMAI) JAYAPURA 19 AGUSTUS 2019. Isinya tentang unjuk rasa di halaman kantor gubernur Papua atas kasus rasisme di Asrama Papua Surabaya pada 2019. Anda dapat melihatnya di bit.do/Demo2019.
Baca Juga: Nadiem Ancam Pecat Jajaran SMKN 2 Padang, Kepsek: Salah Saya di Mana?
Terkait dengan situasi terkini di Papua, Ketua Dewan Adat Byak Apolos Sroyer mengatakan bahwa pernyataan tersangka rasisme itu tidak terlalu berpengaruh terhadap kondusivitas daerah. Sebab, banyak orang yang paham untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarmasyarakat.
’’Kami tidak perlu menanggapi posting-annya (Ambroncius Nababan). Sebab, masih banyak persoalan Papua yang perlu diurus,’’ kata Byak kemarin (28/1). Meski kasus tersebut viral dan menjadi perbincangan publik, pantauan di beberapa titik wilayah Kota Jayapura menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat berjalan normal. Anda dapat membaca ulasan papua.inews.id di bit.do/PapuaKondusif.
---
FAKTA
Sesi video perempuan Papua berorasi itu terjadi pada 2019. Tidak ada kaitannya dengan posting-an rasisme Ambroncius Nababan kepada Natalius Pigai.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=FnE1zGkPnYA

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
