alexametrics

Produsen Hoax Pakai Video Lawas Penolakan FPI di Semarang

26 November 2020, 05:05:31 WIB

PENURUNAN baliho Rizieq Syihab oleh anggota TNI beberapa waktu lalu langsung ditunggangi kabar palsu. Di media sosial, beredar video yang disertai kabar bahwa FPI telah diusir dari Semarang. Pengusiran itu disebut sebagai efek dari ketegasan Pangdam Jaya.

”Semua anggota FPI juga HTI dll akan lari tunggang langgang dan akan mengalami ketakutan karena TIDAK ADA LAGI TEMPAT BAGI MEREKA di tanah NKRI,” begitu penggalan narasi yang ditulis akun Facebook Ilun Ilun pada 22 November 2020.

Dalam video yang disertakan, tertulis jelas keterangan bahwa FPI telah diusir dari Semarang. Awalnya, video itu diunggah akun Edd Masita pada 20 November 2020, kemudian disebar ulang oleh akun Ilun Ilun dengan narasi bahwa pengusiran terjadi pasca penurunan baliho FPI oleh Pangdam Jaya (bit.do/EfekPangdamJaya).

Namun, ada keanehan jika pengusiran dalam video itu disebut sebagai efek ketegasan Pangdam Jaya yang menurunkan baliho FPI. Sebab, orang-orang yang terekam dalam video tersebut tidak mengenakan masker. Tentu, itu tidak memperlihatkan situasi pandemi Covid-19.

Penelusuran menggunakan situs padanan gambar mengarahkan Jawa Pos pada video yang diunggah kanal YouTube milik Tribun Jateng. Judulnya, GEGER Ratusan Warga Gagalkan Pembentukan FPI di Kota Semarang. Namun, rekaman itu diunggah pada 13 April 2017, jauh sebelum Pangdam Jaya memerintahkan anak buahnya untuk mencopoti baliho milik Front Pembela Islam (FPI).

Kolom keterangan kanal itu menyebutkan bahwa terjadi dialog saling ngotot antara tokoh FPI Jateng dan perwakilan ormas pada Kamis malam, 13 April 2017, di dalam rumah Zainal Petir, Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara. ”Beberapa orang akan membentuk dan meresmikan FPI di Kota Semarang. Namun ada puluhan ormas dan warga menolak bahkan menggagalkan acara tersebut,” tulis kanal itu (bit.do/MenolakPembentukan).

Ketua Badan Pengurus SETARA Institute Hendardi menilai penolakan atas pembentukan FPI Semarang pada 2017 tidak melanggar hak berserikat. Menurut dia, aksi warga merupakan ekspresi penolakan atas ideologi dan pendekatan aktivitas FPI yang merongrong kemajemukan, Pancasila, dan dengan cara-cara kekerasan. ”Jadi, tindakan itu bukanlah penolakan terhadap hak untuk berserikat anggota FPI,” terangnya. Anda dapat membaca berita jawapos.com pada 14 April 2017 itu di bit.do/MenolakDibentuk.

FAKTA

Video yang di-share akun Facebook Ilun Ilun itu adalah rekaman peristiwa pada April 2017 saat gabungan sejumlah ormas menolak pembentukan FPI di Semarang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/fat


Close Ads