alexametrics

Viral Remaja Meninggal Dipukuli Polisi di Masjid, Polri: Hoax!

25 Mei 2019, 13:13:08 WIB

JawaPos.com – Kabar bohong alias hoax kembali tersiar pasca kerusuhan 22 Mei 2019 yang pecah dibeberapa titik wilayah DKI Jakarta. Terbaru viral kabar seorang anak di bawah umur dipukuli petugas keamanan hingga tewas di depan masjid Al Huda Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memastikan kabar tersebut adalah hoax. Peristiwa sesungguhnya tidak seperti yang viral di media sosial.

“Kami bisa buktikan akun tersebut sebagai penyebar berita hoax. Akan kami tindaklanjuti,” ujar Dedi di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Sabtu (25/5).

Dedi menerangkan, dalam video yang viral itu polisi tengah menciduk salah satu perusuh. Tersangka juga dipastikan bukan remaja itu. Namun, kabar yang viral di media sosial sudah dibesar-besarkan dan tidak sesuai fakta.

“Pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir,” jelasnya.

“Kabar hoax yang disebarkan di akun twitter adalah bukan foto yang bersangkutan. Kami tahu ada yang menempel video tersebut dengan gambar korban lainnya. Tidak benar kalau korban adalah anak 16 tahun,” lanjutnya.

Viral video polisi pukuli remaja hingga meninggal dunia di Masjid. (Istimewa)

Diketahui, Andri Bibir sendiri berperan sebagai pemasok batu untuk para pendemo. Sehingga dia diamankan petugas dan dilakukan penahan oleh Polda Metro Jaya.

“Tersangka Andri Bibir ini waktu lihat anggota, langsung dia mau kabur karena merasa salah, ketakutan dia. Dikepung oleh anggota pengamanan,” kata Dedi.

Andri Bibir sendiri membenarkan jika orang dalam video yang viral itu adalah dirinya. Saat itu dia hendak melarikan diri, namun nasib apes malah tertangkap oleh anggota Brimob.

“Saat itu saya memang mau melarikan diri, tapi di belakang ada Brimob dan saya kembali lagi ke lapangan itu. Dan ternyata saat itu saya ditangkap,” ucap Andri Bibir di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Sabtu (25/5).

Andri mengatakan, alasannya ikut membantu pendemo mengumpulkan batu hanya sebatas ikut-ikutan. Sebab dia merasa kesal ketika terkena gas air mata petugas.

“Awalnya saya ikut-ikutan dan di situ saya kena gas air mata, saya sakit hati dan saya membantu supaya pendemo semakin lebih mudah untuk mendapatkan batu,” terangnya.

Viralnya video penangkapannya lantas membuat Andri Bibir khawatir. Ia takut keluarga dan rekan-rekannya menganggapnya sudah meninggal. “Untuk teman, rekan atau keluarga yang melihat video itu, itu saya dan saya belum meninggal,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads