Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Juli 2020 | 11.04 WIB

Mendikbud Nadiem Jadi Sasaran Hoax Anak SMK Diminta Segera Menikah

Photo - Image

Photo

JUDUL berita yang diunggah blog Pikiran Rakyat Pangandaran tentang Mendikbud Nadiem Makarim benar-benar clickbait. Untuk menekan angka pengangguran, Nadiem disebut mendesak diberlakukannya program nikah masal bagi siswa SMK. Anehnya, ada saja netizen yang percaya dengan kabar pelintiran semacam itu.

”Sekolah mau di-online-kan selamanya. Sekarang anak baru lulus sekolah disuruh langsung segera nikah demi berantas pengangguran,” bunyi penggalan komentar yang ditulis pemilik akun Facebook Ga Tau pada 8 Juli 2020.

Akun tersebut jelas tidak membaca seluruh isi berita yang diunggah blog Pikiran Rakyat Pangandaran. Sebab, di dalamnya sama sekali tidak ada pernyataan resmi dari Nadiem tentang nikah masal siswa SMK. Sangat berbeda dengan judul yang digunakan.

Saat ditelusuri, isi berita itu mengutip pemberitaan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara yang berjudul Mendikbud: ”Pernikahan Masal” SMK dan Industri Saling Menguntungkan. Berita yang terbit pada 27 Juni 2020 itu menjelaskan, kata nikah masal itu tidak diartikan sebagai pernikahan antara lawan jenis. Tapi sinergi antara SMK dan industri.

”Esensi dari program ini, baik SMK maupun industri akan saling menguntungkan,” ujar Nadiem dalam sebuah webinar di Jakarta. Mantan CEO Gojek itu menjelaskan, ”pernikahan masal” antara SMK dan industri bukan sekadar kerja sama biasa. Melainkan kerja sama yang intens, mulai penyusunan kurikulum, pembelajaran, hingga praktik kerja industri yang dirancang secara bersama-sama. Anda bisa membacanya di bit.ly/ProgramKerjasama.

Portal jawapos.com juga memberitakan ide tentang sistem ”pernikahan masal” pendidikan vokasi dengan industri itu pada 27 Juni 2020. Nadiem mengharapkan kerja sama tersebut bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman atau MoU. Industri diharapkan turut mengambil peran, terlebih tentang kurikulum yang akan diajarkan kepada para murid.

Dari berita yang diunggah dua media kredibel dan arus utama itu, jelas yang dimaksud Nadiem dengan pernikahan masal bukan antara perempuan dan laki-laki. Melainkan sebuah program kerja sama antara sekolah kejuruan dan dunia industri. Anda dapat membaca beritanya di bit.ly/ProgramSMKIndustri.

---

FAKTA

Informasi yang menyebut Mendikbud Nadiem Makarim meminta siswa SMK menikah secara masal adalah menyesatkan. Nikah masal yang dimaksud adalah kerja sama antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan dunia industri.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=mjzU4bBqCjs

https://www.youtube.com/watch?v=9udImu5go4Q

https://www.youtube.com/watch?v=tnYBd3revvo

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore