Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juli 2017 | 01.20 WIB

Heboh Otak Mengecil karena Radiasi Ponsel

BIKIN HEBOH SAJA: Status seseorang di media sosial terkait radiasi ponsel. - Image

BIKIN HEBOH SAJA: Status seseorang di media sosial terkait radiasi ponsel.


JawaPos.com- Belakangan banyak orang tua yang risau. Itu terjadi karena tersebarnya pesan bahwa radiasi sinyal handphone (HP) mengakibatkan pengecilan otak dan memicu kanker. Pesan tersebut menyebar dengan sangat cepat. Terutama di grup komunikasi orang tua siswa di sejumlah sekolah.



Pesan itu menjadi mengerikan karena dibumbui berita kematian seorang siswa SD dengan kalimat pembuka ’’Innalillahi wainna illahi rojiuuun’’. Si pembuat pesan membuat cerita yang sangat menyentuh. Dalam pesan itu disebutkan, seorang siswa SDIT Al Madina Bogor yang tinggal di Perumahan Tatia Asri Ciluar meninggal dunia. Dia merupakan tetangga Hanna, yang disebut sebagai guru SMKN 1 Bogor.



Dalam pesan tersebut diceritakan, si siswa meninggal karena kanker yang disebabkan radiasi HP. Awalnya, siswa sering mengeluh pusing dan akhirnya pingsan. Orang tua anak yang bekerja di bank langsung memeriksakannya di sebuah rumah sakit di Jakarta. Dari pemeriksaan dokter disimpulkan, otak anak mengerut, mengecil, dan warnanya kemerahan.



Kemudian, dokter menanyakan intensitas anak menggunakan HP dalam sehari. Kepada dokter, orang tua si anak menjawab bahwa buah hatinya sering main online game sejak berusia 2,5 tahun. Ketika menginjak usia 11 tahun, otaknya sudah rusak. Dalam pesan itu tertulis, setelah melakukan sederet pemeriksaan, dokter menyimpulkan bahwa sang anak terkena radiasi HP. Akibatnya, peredaran darah ke otak tidak lancar. Itu mengakibatkan otak rusak dan mengerut. Kemudian, anak merasakan pusing berat hingga akhirnya pingsan.



Pesan tersebut dibuat dengan sasaran orang tua siswa. Di akhir cerita, tertulis pesan untuk menyebarkan informasi tersebut. ’’Demikian infonya ayah bunda. Semoga manfaat dan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk keluarga. Tolong di-share ke group WA-nya. Semoga bermanfaat,’’ tulisnya.



Wartawan Radar Bogor (Jawa Pos Group) menelusuri langsung kebenaran itu dengan mendatangi SDIT Al Madinah. Kepala Yayasan SDIT Al Madinah Agus Sriyatna memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar alias hoax. Agus menegaskan, setelah dicek kebenarannya, tidak ada pelajar yang didiagnosis meninggal karena radiasi handphone.



’’Saya memang mendapatkan kabar tersebut. Tetapi, saya tegaskan informasi tersebut hoax. Beberapa orang juga sudah ada yang menanyakan kebenaran kabar tersebut dan saya pastikan tidak ada,’’ jelasnya.



Jawa Pos juga menelusuri pesan hoax itu melalui mesin pencarian. Ternyata, kabar serupa pernah tersebar pada Mei 2017. Saat itu dikabarkan ada pelajar SMP di Bandung bernama Arizal yang meninggal dunia. Penyebabnya terkena radiasi dari telepon genggam yang dipakainya berjenis BlackBerry.



Di pesan yang tidak ada narasumbernya itu tertulis, radiasi sinyal ponsel pada manusia akan memberikan dampak yang cukup serius. Termasuk penyakit kanker, gangguan metabolisme, defisiensi darah, dan sebagainya. Itu terjadi karena adanya radiasi electromagnetic force yang muncul akibat resonansi gelombang mobile phone tersebut.



Saat itu hoax tersebut menyebar secara personal maupun di grup di BlackBerry Messenger (BBM). Sebaran pesan tak bertanggung jawab itu juga terlacak dalam posting-an status seseorang di Facebook. Pesan yang hampir sama ditemukan pada 2012. Motif dan alur ceritanya sama persis. Objeknya Chadek Dika Frantika, siswa SMA Gianyar yang diinfokan meninggal dunia. Penyebabnya juga virus di otak akibat terkena radiasi handphone. Korban diceritakan menggunakan handphone secara terus-menerus.



Dalam berita itu diceritakan, gejala pertama yang dirasakan adalah pusing dan berlanjut pingsan. Tidak lama berselang, korban mengalami koma dan akhirnya meninggal. Berita tersebut juga dibumbui keterangan dokter yang seolah-olah menjadi pembenar bahwa berita itu memang benar. Untuk ’’memaksa’’ penerima pesan ikut menyebarkan, penulis menebar sedikit ancaman. ’’Kalau kamu peduli dengan sesama, tolong klik ’bagikan’ untuk menyebarkannya. Karena benar-benar sudah ada korban. Kalau enggak percaya coba saja sendiri,’’ tulisnya di akhir pesan. (eko/gun/ded/jpg/c19/oki)







Fakta:



- Pesan anak kecil meninggal karena kanker akibat radiasi ponsel menyebar sejak lama, cuma berganti nama korban.



- Dokter menyebut kanker penyakit multifaktor.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore