alexametrics

Hoaks! Bukan Pagi sebelum Semeru Meletus, tapi Video 2020

8 Desember 2021, 05:48:07 WIB

DI MANA ada bencana, di situ hampir pasti diiringi kabar palsu. Misalnya, bencana meletusnya Gunung Semeru pada Sabtu (4/12). Beberapa netizen mengunggah video gunung yang mengeluarkan awan panas. Katanya, aktivitas itu muncul pagi sebelum gunung tertinggi di Jawa itu meletus.

”Seorang tiktoker mengabadikan semeru pagi hari sblm meletus.’’ Begitu keterangan akun Twitter @Umar_Chelsea_HS pada Minggu (5/12). Keterangan itu dilengkapi video dengan simbol aplikasi Tiktok (bit.ly/SebelumMeletus).

Berdasar penelusuran, video 13 detik tersebut rupanya sudah beredar jauh sebelum Semeru memuntahkan lahar dingin pada Sabtu (4/12) lalu. Memang benar, gunung dalam video tersebut adalah Semeru. Tapi, waktu pengambilan video itu dipastikan lawas. Bukan pagi sebelum Semeru meletus.

Akun Twitter @EarthQuakesTime mengunggah video serupa pada 19 April 2020. Dalam keterangan berbahasa Spanyol itu, dia menjelaskan bahwa pada Sabtu, 18 April 2021, kondisi Semeru menimbulkan aliran piroklastik akibat aliran lava yang sering terbentuk di lereng gunung.

Pada utas itu, akun @EarthQuakesTime menyebut aktivitas serupa bakal tetap ada di Gunung Semeru. Umumnya dengan sedikit debu di puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana memperingatkan bahwa pembentukan awan piroklastik di lereng itu sangat potensial terjadi. Anda dapat membacanya di bit.ly/VideoSemeru2020.

Sementara itu, pada Sabtu (4/12) lalu terjadi guguran awan panas sekitar pukul 15.20 WIB, seperti penjelasan dari BPBD Jatim. Guguran awan panas tersebut mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Pada saat itu, visual gunung api Semeru masih tertutupi kabut disertai hujan dengan intensitas sedang dan aktivitas APG masih terus berlangsung. Tingkat aktivitas Gunung Semeru berada di level II (waspada). Selengkapnya, Anda dapat membaca ulasan jawapos.com di bit.ly/StatusWaspada.

FAKTA

Video Gunung Semeru mengeluarkan awan panas terjadi pada April 2020. Bukan pagi sebelum meletus pada Sabtu (4/12).

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/jun




Close Ads