alexametrics

Protes Diktator Dikira Menolak Lockdown Covid-19

5 September 2020, 05:05:07 WIB

ILUSTRASI WAHYU KOKKANG/JAWA POS

JawaPos.com – Isu penolakan terhadap kebijakan protokol kesehatan masih laku jadi bahan hoax. Misalnya, video aksi massa yang diunggah halaman Facebook The Truth Locker pada 31 Agustus lalu. Video itu diberi keterangan sebagai aksi penolakan kebijakan lockdown di London, Inggris.

Video berdurasi 16 detik tersebut memperlihatkan masyarakat tumpah ruah di jalan protokol sembari mengarak bendera berwarna putih, merah, dan putih dalam satu bentangan (bit.ly/DiLondon). Aneh kalau kemudian aksi massa itu disebut terjadi di London.

Gelombang protes terkait upaya pencegahan Covid-19 memang pernah terjadi di London. Mengutip berita yang diunggah The Guardian pada 29 Agustus 2020, ribuan pengunjuk rasa dari seluruh Inggris berkumpul di Trafalgar Square London pada Sabtu sore. Mereka memprotes pembatasan sosial dalam rangka mencegah penularan virus korona dan menolak vaksinasi masal.

Saat itu, mayoritas pengunjuk rasa membawa plakat dengan nada celaan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bill Gates, dan kebijakan pemerintah soal berbagai larangan dalam rangka mencegah persebaran virus korona. Ada juga seruan yang meminta diakhirinya pembatasan sosial dan menghilangkan kewajiban penggunaan masker.

Aksi tersebut dihiasi banyak gambar dan tulisan yang menunjukkan bahwa pandemi virus korona merupakan tipuan atau penipuan. Namun, situasi protes jauh berbeda dengan gambaran kondisi yang disebar akun The Truth Locker. Anda bisa membacanya di bit.ly/AksiDiLondon.

Penelusuran tentang sumber video itu mengarahkan Jawa Pos pada posting-an akun Twitter Paul Ronzheimer. Dia adalah reporter Bild, surat kabar di Jerman. Pada 23 Agustus 2020, dia mem-posting video yang sama dengan unggahan halaman Facebook The Truth Locker. Dalam sebuah utas, salah satu netizen menyebutkan bahwa aksi demo itu berlangsung di Belarus, menyuarakan tentang demokrasi.

Portal berita France 24 ikut mengulas aksi protes yang memenuhi jalan protokol itu. Berita yang terbit pada 30 Agustus 2020 tersebut menjelaskan bahwa puluhan ribu pendukung oposisi berbaris melewati ibu kota Belarus, Minsk, pada Minggu.

Mereka menyerukan diakhirinya pemerintahan diktator Alexander Lukashenko meskipun polisi dan pasukan bersenjata memblokade jalan dan menahan laju puluhan ribu demonstran. Anda dapat membacanya di bit.ly/MenentangKediktatoran.

FAKTA

Video aksi protes yang disebar halaman Facebook The Truth Locker bukan terjadi di London, Inggris. Melainkan aksi protes di Belarus yang menentang kediktatoran pemerintahan Alexander Lukashenko.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar



Close Ads