alexametrics

Makin Marak Hoax Cairan Vaksin Mengandung Magnet

2 Juni 2021, 05:48:16 WIB

KABAR vaksin Covid-19 mengandung magnet begitu cepat menyebar di aplikasi percakapan. Informasi itu secara berkala di-posting di berbagai grup WhatsApp dan Facebook. Isinya menyebutkan bahwa setiap orang yang sudah disuntik vaksin memiliki tarikan magnet. Katanya, itulah lokasi chip yang akan mengontrol si penerima vaksin.

”Orang yg sudah di SUNTIK VAKSIN memiliki magnet di dalam tubuh nya. Tepat di mana bagian tubuh yg disuntik vaksin, coba tempelkan magnet atau uang logam di bagian kulit yg di suntik, maka akan ada tarikan magnet. itulah CHIP yang akan mengontrol diri kita seumur hidup,” begitu narasi yang beredar di WhatsApp beberapa hari terakhir.

Informasi itu disertai video yang diklaim sebagai bukti bahwa titik bekas suntikan memiliki daya magnet. Di YouTube juga semakin banyak pihak yang membuat video serupa, menempelkan uang logam ke lengan yang sebelumnya disuntik vaksin. Semuanya menyebut bahwa bekas suntikan itu mengandung magnet.

Tim Jawa Pos mencoba meletakkan sejumlah benda logam di lengan yang bekas disuntik vaksin. Mayoritas memang menempal akibat kondisi lengan yang lembap atau berkeringat. Namun ketika lengan itu ditaburi bedak, logam-logam tersebut tak lagi bisa menempel. Beda halnya dengan magnet sungguhan yang daya rekatnya terhadap logam tidak akan terpengaruh oleh bedak.

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, vaksin mengandung bahan aktif dan nonaktif. Bahan aktif berisi antigen serta bahan nonaktif berisi zat untuk menstabilkan dan menjaga kualitas vaksin agar saat disuntikkan masih baik. Ada 0,5 cc cairan yang disuntikkan dan langsung menyebar ke seluruh jaringan.

”Sebuah logam dapat menempel di permukaan kulit yang lembap biasanya disebabkan keringat,” katanya. Dia menambahkan, pecahan uang logam seribu rupiah, misalnya, terbuat dari nikel yang seharusnya tidak menempel karena daya magnet. Anda dapat membaca penjelasan Kemenkes itu di bit.ly/HoaxAdaMagnet.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/fat

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads