Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Maret 2026 | 22.32 WIB

Perpaduan Timur Tengah dan Sunda: Intip Keindahan Arsitektur Masjid Agung Karawang

Masjid Agung Karawang, Jawa Barat(Sumber foto: YouTube/JourneytoMasjid). - Image

Masjid Agung Karawang, Jawa Barat(Sumber foto: YouTube/JourneytoMasjid).

JawaPos.com - Jika menelusuri masjid-masjid bersejarah di Jawa Barat, salah satu bangunan yang mencuri perhatian adalah Masjid Agung Karawang. Masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Agung Syekh Quro ini tidak hanya penting dari sisi sejarah, tetapi juga menarik dari segi arsitektur.

Perpaduan antara gaya Timur Tengah dan unsur budaya Sunda menjadikan masjid ini memiliki karakter visual yang unik sekaligus mencerminkan perjalanan panjang arsitektur Islam di Nusantara.

Empat Menara yang Mengingatkan pada Masjid Nabawi

Salah satu ciri paling mencolok dari Masjid Agung Karawang adalah keberadaan empat menara tinggi yang menjulang di setiap sudut bangunan.

Desain menara tersebut terinspirasi dari arsitektur Masjid Nabawi, salah satu masjid paling terkenal di dunia Islam.

Menara-menara ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga simbol kemegahan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan masyarakat Karawang.

Pada malam hari, pencahayaan di sekitar menara membuat bangunan masjid terlihat semakin megah dan menjadi landmark kota.

Atap Joglo yang Mengingatkan pada Masjid Kuno Nusantara

Meski memiliki sentuhan Timur Tengah, Masjid Agung Karawang tetap mempertahankan identitas arsitektur Nusantara.

Hal ini terlihat dari penggunaan atap berundak atau limasan, yang memiliki kemiripan dengan arsitektur masjid kuno di Jawa seperti Masjid Agung Demak dan masjid-masjid tua di Cirebon.

Model atap seperti ini umum digunakan pada bangunan tradisional Jawa dan Sunda karena mampu memberikan sirkulasi udara yang baik serta menciptakan ruang interior yang sejuk.

Mempertahankan Elemen Bangunan Bersejarah

Walau telah mengalami berbagai renovasi besar, pengelola masjid tetap mempertahankan sejumlah elemen penting dari bangunan asli.

Beberapa di antaranya adalah tiang utama dan mimbar masjid yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Tiang-tiang tersebut menjadi simbol keberlanjutan sejarah sejak masjid pertama kali berdiri pada abad ke-15.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore