
Membatasi durasi meeting adalah salah satu cara mengatur meeting agar tetap produktif dan fokus selama puasa (freepik)
JawaPos.com – Bulan Ramadhan adalah waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjaga tanggung jawab profesional. Tantangannya perubahan pola makan dan tidur sering memengaruhi energi serta konsentrasi saat bekerja.
Karena itu, mengatur meeting dan deadline saat puasa Ramadhan membutuhkan strategi khusus. Dengan manajemen waktu yang tepat, produktivitas tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan.
Menurut APA, manajemen waktu yang baik dapat menurunkan tingkat stres kerja dan meningkatkan kinerja. Hal ini sangat relevan selama Ramadhan.
Berikut beberapa cara efektif mengatur meeting dan deadline selama puasa Ramadhan agar tetap fokus dan produktif sebagaimana dilansir dari laman Harvard Business Review dan Stanford University, Kamis (5/3) :
1. Jadwalkan meeting di jam energi optimal
Setiap orang memiliki jam produktif yang berbeda. Selama Ramadhan, banyak orang merasa lebih fokus di pagi hari setelah sahur.
Penelitian dari National Sleep Foundation menunjukkan bahwa kualitas tidur dan ritme sirkadian memengaruhi performa kognitif. Menyesuaikan jadwal kerja dengan ritme tubuh membantu meningkatkan konsentrasi.
Jadi, cobalah menjadwalkan meeting penting antara pukul 09.00 dan 11.00. Sebab di jam tersebut energi biasanya masih stabil. Selain itu, hindari meeting berat menjelang sore ketika energi turun.
2. Batasi durasi meeting agar lebih efektif
Meeting yang terlalu lama juga dapat menguras energi terutama saat berpuasa. Karena itu penting untuk membuat agenda yang jelas dan terstruktur.
Menurut Harvard Business Review, meeting yang efektif sebaiknya memiliki tujuan spesifik dan durasi terbatas. Hal ini dilakukan untuk menjaga tim agar tetap fokus.
Jadi, usahakan meeting tidak lebih dari 30-45 menit.Fokus pada poin utama dan hindari pembahasan yang melebar. Dengan durasi singkat, peserta meeting tetap segar.Produktivitas pun lebih terjaga selama Ramadhan.
3. Susun deadline yang realistis dan fleksibel
Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan profesionalisme, tetapi perlu ada penyesuaian target. Deadline yang terlalu ketat bisa meningkatkan stres saat puasa.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
