seseorang yang bertahan di bawah tekanan deadline./Freepik/Stockbusters
JawaPos.com - Ada orang-orang yang justru bersinar terang saat berada di bawah tekanan, terutama dalam situasi menit-menit terakhir.
Mereka bisa tetap tenang, fokus, dan produktif meskipun tenggat waktu semakin dekat atau tantangan mendadak muncul.
Menariknya, menurut psikologi, individu seperti ini sering kali memiliki kebiasaan unik yang membantu mereka tetap stabil dan efektif dalam kondisi penuh tekanan.
Dilansir dari Small Biz Technology pada Minggu (30/3), terdapat delapan kebiasaan unik yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang mampu bertahan dalam tekanan tinggi pada detik-detik terakhir:
1. Mereka Memiliki Pola Pikir Tenang dan Terkontrol
Alih-alih panik, mereka memiliki kemampuan untuk tetap tenang dalam situasi stres.
Ini karena mereka melatih pikiran mereka untuk tetap fokus pada solusi daripada membiarkan emosi menguasai diri.
Orang-orang ini sering menggunakan teknik seperti pernapasan dalam atau self-talk positif untuk mengendalikan reaksi mereka terhadap stres.
2. Mereka Memprioritaskan dengan Cepat dan Efisien
Ketika waktu terbatas, mereka tidak membuang energi untuk hal-hal yang tidak penting.
Mereka segera mengidentifikasi tugas-tugas yang paling krusial dan mengalokasikan sumber daya mereka dengan efisien.
Kemampuan ini membuat mereka tetap produktif tanpa kewalahan oleh banyaknya pekerjaan.
3. Mereka Terbiasa dengan Tekanan
Orang-orang yang bisa bekerja dengan baik di bawah tekanan sering kali memiliki pengalaman sebelumnya dalam menghadapi situasi mendesak.
Mereka telah belajar bagaimana tubuh dan pikiran mereka bereaksi terhadap stres, sehingga bisa mengelola tekanan dengan lebih baik setiap kali menghadapinya.
4. Mereka Menggunakan Teknik “Parkinson’s Law”
Parkinson’s Law menyatakan bahwa "pekerjaan akan berkembang untuk mengisi waktu yang tersedia untuk penyelesaiannya."
Orang yang ahli dalam menghadapi tekanan menit-menit terakhir sering kali sengaja memberi batas waktu ketat untuk menyelesaikan tugas, yang mendorong mereka untuk bekerja lebih cepat dan lebih efisien.
5. Mereka Tidak Takut dengan Ketidaksempurnaan
Alih-alih terjebak dalam perfeksionisme yang dapat memperlambat proses kerja, mereka lebih fokus pada menyelesaikan tugas dengan baik daripada membuatnya sempurna.
Mereka memahami bahwa dalam kondisi darurat, efektivitas lebih penting daripada kesempurnaan.
6. Mereka Mengembangkan Keahlian dalam Pengambilan Keputusan Cepat
Dalam situasi mendesak, keputusan harus diambil dalam hitungan detik.
Orang-orang yang mampu bertahan di bawah tekanan telah melatih otak mereka untuk menyaring informasi dengan cepat dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan pengalaman serta insting mereka.
7. Mereka Menggunakan Humor sebagai Alat Coping
Banyak dari mereka yang sukses di bawah tekanan memiliki kebiasaan menggunakan humor untuk mengurangi stres.
Dengan tertawa atau menemukan sisi lucu dalam situasi sulit, mereka dapat menjaga suasana tetap ringan dan tidak terbebani oleh tekanan yang berlebihan.
8. Mereka Percaya pada Diri Sendiri dan Kemampuan Mereka
Kepercayaan diri memainkan peran besar dalam menghadapi tekanan.
Mereka yang mampu bertahan dalam situasi mendesak memiliki keyakinan bahwa mereka bisa mengatasi tantangan yang ada.
Keyakinan ini memungkinkan mereka untuk tetap bertindak dengan tegas dan tidak ragu-ragu.
Kesimpulan
Kemampuan untuk bertahan di bawah tekanan deadline bukan hanya soal bakat alami, tetapi juga hasil dari kebiasaan dan pola pikir yang terlatih.
Orang-orang ini tidak hanya tetap tenang tetapi juga mampu bekerja secara efisien, mengambil keputusan dengan cepat, dan tetap termotivasi meskipun berada dalam kondisi yang menegangkan.
Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan bertahan di bawah tekanan, cobalah menerapkan beberapa kebiasaan unik ini dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah Anda termasuk orang yang bekerja lebih baik di bawah tekanan? Kebiasaan mana yang paling sering Anda lakukan?