
Mendahulukan air putih saat berbuka adalah salah satu cara mengatur asupan cairan saat berbuka puasa (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan membawa perubahan besar pada pola makan dan minum. Selama lebih dari 12 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan sehingga risiko dehidrasi bisa meningkat.
Karena itu, penting memahami cara mengatur asupan cairan dari berbuka puasa hingga sahur. Hal ini merupakan strategi yang tepat membantu tubuh tetap bugar, fokus dan produktif selama puasa.
Menurut WHO, hidrasi yang cukup sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh termasuk sirkulasi dan suhu tubuh. Kekurangan cairan dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan konsentrasi.
Selain itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa dehidrasi ringan saja sudah bisa memengaruhi energi dan suasana hati. Oleh karena itu, pengaturan minum saat Ramadhan tidak boleh diabaikan.
Berikut 7 cara mengatur asupan cairan agar tidak kekurangan cairan selama puasa Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman CDC dan Eatright, Selasa (3/3) :
Salah satu cara populer adalah 2-4-2 yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas setelah makan makan hingga sebelum tidur dan dua gelas saat sahur. Pola ini membantu distribusi cairan lebih merata.
Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa kebutuhan cairan harian penting dipenuhi secara bertahap bukan sekaligus. Intinya minum berlebihan sekaligus justru kurang efektif.
Dengan pola bertahap, tubuh memiliki waktu menyerap cairan dengan baik. Risiko sering buah air kecil di malam hari juga bisa dikurangi.
Saat adzan Maghrib berkumandang, banyak orang tergoda minuman manis. Namun air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk rehidrasi awal.
Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, air putih adalah pilihan utama untuk menjaga hidrasi tanpa tambahan kalori. Hal ini penting agar berat badan tetap stabil saat Ramadhan.
Buah seperti semangka, melon, jeruk dan mentimun memiliki kandungan air tinggi. Makanan ini sangat membantu cairan tubuh secara alami.
Academy of Nutrition and Dietetics menjelaskan bahwa buah dan sayur berkontribusi pada kebutuhan cairan harian. Selain cairan, tubuh juga mendapat vitamin dan mineral.
