Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Februari 2026 | 02.31 WIB

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kota Malang Kamis, 19 Februari 2026

Ilustrasi jadwal imsakiyah dan jadwal buka puasa Kota Malang (Freepik)


JawaPos.com - Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam di Kota Malang menyambut hari pertama puasa dengan penuh kesiapan, mulai dari sahur hingga berbuka.

Mengetahui jadwal imsakiyah menjadi hal yang sangat penting agar setiap rangkaian ibadah dapat dilakukan tepat waktu sesuai ketentuan syariat.

Selain sebagai penanda waktu menahan diri dari makan dan minum, jadwal imsakiyah juga membantu umat Muslim mengatur aktivitas harian tanpa mengurangi kekhusyukan beribadah. Data waktu salat dan puasa ini mengacu pada perhitungan resmi yang dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama RI.

Baca Juga: Tips Sukses Melaksanakan Shalat Tarawih Sebulan Penuh di Bulan Ramadhan

Kamis, 19 Februari 2026 / 1 Ramadan 1447 H

Imsak: 04.06 WIB

Subuh: 04.16 WIB

Terbit: 05.30 WIB

Duha: 05.58 WIB

Zuhur: 11.47 WIB

Asar: 14.55 WIB

Magrib (Waktu Buka Puasa): 17.56 WIB

Isya’: 19.07 WIB

Waktu imsak menjadi pengingat agar umat Islam segera menyelesaikan sahur sebelum azan Subuh berkumandang. Sementara itu, waktu Magrib merupakan tanda berakhirnya puasa dan dianjurkan untuk segera berbuka sebagaimana sunnah Rasulullah SAW.

1. Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan membentuk pribadi bertakwa. Ketakwaan lahir dari kemampuan mengendalikan diri, menjaga lisan, serta memperbanyak amal saleh selama Ramadan.

Puasa mengajarkan disiplin spiritual yang konsisten dilakukan setiap hari. Dari menahan hawa nafsu hingga memperbanyak ibadah, semuanya menjadi latihan nyata dalam memperbaiki kualitas diri.

2. Keistimewaan Puasa di Sisi Allah SWT
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa dibandingkan ibadah lainnya. Nilainya sangat bergantung pada keikhlasan, karena hanya Allah yang mengetahui sejauh mana seseorang benar-benar menahan diri.

Oleh sebab itu, Ramadan menjadi momentum memperbaiki niat, memperbanyak dzikir, serta menghindari perbuatan sia-sia yang dapat mengurangi pahala puasa.

3. Puasa sebagai Perisai dari Perilaku Buruk
Rasulullah SAW juga bersabda:

“Puasa adalah perisai. Jika seseorang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh.”

Makna “perisai” dalam hadis ini adalah pelindung diri dari dosa. Puasa melatih kesabaran, pengendalian emosi, dan kemampuan menjaga akhlak dalam berbagai situasi.

Ketika seseorang mampu menahan amarah, menjaga ucapan, dan tetap berbuat baik meski dalam keadaan lapar, di situlah hikmah puasa benar-benar dirasakan.

 
 
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore