
Petugas memantau penampakan hilal guna menetapkan 1 Ramadan 1446 H di Masjid Al-Musyari
JawaPos.com - Awal puasa Ramadhan berpotensi berbeda. Perbedaan ini kerap terjadi setiap tahun. Semua itu dipicu oleh perbedaan metode penentuan awal bulan. Baik yang dilakukan pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Puasa Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 pun bukan tak mungkin akan terjadi ketidakseragaman.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat menuturkan, potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan di Indonesia merupakan hal yang wajar. “Sebenarnya kalau berbeda itu biasa. Karena, cara pandang kemudian cara penetapan dari ormas-ormas Islam tersebut tidak sama,” ujar Arsad di Jakarta dikutip dari Antara, Selasa (17/2).
Apalagi ada sejumlah pendekatan dalam penentuan awal Ramadhan. Mulai dari metode hisab dan rukyatul hilal. Terbaru, mengacu pada konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sementara itu, pemerintah setiap tahunnya melalui Kemenag memiliki mekanisme sidang isbat sebagai forum musyawarah untuk menyikapi perbedaan terhadap awal Ramadhan. “Kita undang seluruh ormas Islam, baik Muhammadiyah, NU, Persis, dan yang lain. Kita dengarkan pandangan mereka, kemudian dimusyawarahkan dan diambil keputusan yang maslahat,” sambungnya.
Pada 2026 atau 1447 Hijriah, sidang isbat penentuan 1 Ramadhan digelar pada Selasa (17/2) di Hotel Borobudur, Jakarta dan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Berdasarkan hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Nahdlatul Ulama (NU) melalui surat resmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Lembaga Falakiyah NU merilis pengumuman awal Ramadhan 1447 Hijriah akan disampaikan melalui Ikhbar Ketua Umum Pengurus Besar Nahldatul Ulama pada 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.
Dalam surat edaran tersebut juga dituliskan potensi jatuhnya 1 Ramadan 1447 H berbeda dengan Muhammadiyah yakni pada Kamis 19 Februari 2026. Prediks tersebut terjadi karena hilal di seluruh Indonesia berada pada zona istihalah al-rukyah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022