
Matahari terbenam di ruas jalan tol saat keluar di pintu Kramasan, Palembang, Minggu (23/3). (ILHAM SAFUTRA/JAWAPOS.COM)
JawaPos.com - Jalan tol Trans Sumatera sudah menjadi magnet tersendiri bagi pemudik yang melintas di Pulau Sumatera. Para pemudik dari Pulau Jawa yang hendak ke kampung halaman, baik itu di Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, hingga Sumatera Utara Utara (Sumut).
Hanya saja tol Trans Sumatera belum seperti Trans Jawa yang sudah menyambung dari Merak hingga ujung Timur Jawa. Di Sumatera, tol baru didapati setelah keluar Pelabuhan Bakauheni (Lampung) hingga Kramsan (Palembang). Berdasar google map, panjang tol ini mencapai 367 kilometer. Tol ini baru sampai di Kota Palembang, Sumsel. Selanjutnya jalan arteri, jalan nasional.
Berawal dari pintu tol Bakauheni, pemudik dihadapkan dengan pemandangan kawasan Lampung. Pemandangan di jalan tol ini di sisi kiri dan kanan terdapat sawah, kebun sawit, dan rest area. Tol ini hanya memiliki dua lajur. Lanjur cepat untuk memacu dan lajur biasa dengan kecepatan normal.
Pada Minggu (23/3), jalan tol ini masih dilintasi mobil berat bersumbu tiga atau lebih. Jadi wajar ketemu truk bermuatan besar. Sesekali bertemu dengan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang membawa penumpang dari Pulau Jawa menuju Palembang, Lampung, hingga Medan.
Pengguna jalan yang kelelahan tidak perlu cemas. Ada banyak rest area di sepanjang jalur tol ini. Rest area ini terdapat rumah ibadah alias musala, minimarket, dan pom bensin.
Sepanjang jalan, tol ini memang terlihat mulus. Akan tetapi bagi pengemudi harus tetap waspada. Bakal ketemu lobang seukuran ban mobil. Kadang kala ada aspal rusak, sehingga ada bagian aspal yang menonjol. Itu sangat mengejutkan pengemudi. Parahnya lagi bisa membayakan kondisi mobil.
Relatif tidak ada perawatan jalan tol. Perawatan jalan tol hanya terdapat ke arah Palembang oleh operator tol, Hutama Karya. Perawan jalan itu membuat beberapa titik ditutup sementara dengan trafic cone. Pengendara harus melembat.
Roni, 34, pengemudi asal Bekasi mengaku sering kaget dengan beberapa titik jalan tol yang rusak. Dia harus ekstra hati-hati. "Tol di sini tidak semulus di Jawa. Tapi untuk tahap awal okelah. Pemudik bisa terbantu untuk melanjutkan perjalanan," ujar pengemudi yang menuju Solok, Sumbar ini.
Menurut dia, bagi pengemudi lainnya agar lebih hati-hati, karena jalan tol dari Bakauheni hingga Palembang tidak mulus. Ada lobang yang cukup membahayakan.
Menjelang akhir ruas tol, jika melintas pada sore hari, pengemudi atau penumpang akan mendapat pemandangan cukup indah. Yaitu, pemandangan matahari terbenam di balik awan yang indah. "Kalau selama ini melihat matahari terbenam di pantai, kali ini matahari terbenam di balik bukit dan awan," ujar Nufi Wiyarni, salah seorang penumpang yang melintas di tol Palembang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
