
Tasyakuran atas keberhasilan sejumlah siswa Sekolah Cendekia Baznas menjadi tahfiz 30 Juz Al-Qur’an di Bogor. (Humas Baznas)
JawaPos.com–Menyambut peringatan Nuzulul Qur’an, Sekolah Cendekia Baznas (SCB) menggelar tasyakuran atas keberhasilan menghafal 30 juz untuk sepuluh muridnya. Pada murid yang sekolah di SCB berasal dari keluarga tidak mampu atau mustahik (berhak menerima dana zakat).
Keberhasilan menghafal 30 Juz Al-Qur’an itu, lebih dari sekadar pencapaian akademik. Tetapi menjadi bukti nyata zakat melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dapat melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter Qur’ani.
Kepala SCB Ahmad Kamaluddin Afif menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan santri dalam menghafal 30 Juz Alquran dan meraih prestasi akademik.
”Hari ini kita mengadakan Tasyakuran Hafiz 30 Juz, yang insya Allah akan dilanjutkan dengan sesi Inspirasi Al-Qur’an. Momentum ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat yang dikelola dengan baik mampu memberikan kontribusi besar bagi pendidikan santri SCB, yang merupakan para mustahik,” ujar Kamaluddin dalam keterangannya, Minggu (16/3).
Di bulan puasa yang penuh keberkahan, dia berharap para santri yang telah menyelesaikan hafalannya dapat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas Farid Septian menekankan, keberhasilan ini tidak lepas dari peran besar para guru dan pembimbing di SCB.
”Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah, tenaga pengajar, serta para musyrif dan musyrifah yang telah membimbing santri dengan penuh dedikasi. Semoga Allah membalas semua kebaikan dengan pahala yang berlipat,” tambah Farid Septian.
Deputi II Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat menyampaikan apresiasi tinggi kepada para santri SCB yang telah menyelesaikan hafalan 30 Juz. Pencapaian ini bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga modal utama dalam membangun masa depan bangsa.
”Tasyakuran Hafiz Al-Qur'an ini merupakan agenda rutin yang memberikan motivasi kepada seluruh civitas akademika SCB, khususnya para santri, untuk terus menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujar Imdadun.
Tasyakuran yang digelar adalah bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Dia berharap mereka tidak hanya hafal, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Dia juga menyoroti prestasi akademik luar biasa para santri SCB. Tahun lalu, lebih dari 70 persen santri SCB diterima di perguruan tinggi favorit. Tahun ini diharapkan dapat mencapai 100 persen.
Imdadun menegaskan, mereka akan terus memberikan bimbingan kepada SCB. Tujuannya untuk memastikan para santrinya memiliki daya saing tinggi, baik dalam pendidikan agama maupun akademik.
”Kami bangga dengan para santri yang terus menunjukkan prestasi gemilang. Ini bukan pertama kalinya SCB melahirkan hafiz-hafiz Al-Qur’an yang berprestasi. Mudah-mudahan tahun ini seluruh santri SCB bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri terbaik,” ungkap Imdadun Rahmat.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
