
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily. (Lemhanas)
JawaPos.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, memberikan ceramah di Masjid Salman ITB, Jalan Ganesa, Kota Bandung, Kamis malam (13/3). Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa rasa syukur kepada Allah SWT adalah kunci ketahanan nasional yang kuat.
Menurut Ace Hasan, syukur bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga loyalitas dan pemanfaatan nikmat yang diberikan Allah untuk kebaikan bangsa. Konsep ini, katanya, sejalan dengan cita-cita mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, sebuah negeri yang makmur dan diberkahi.
Ceramah ini disampaikan setelah salat Tarawih berjamaah, yang dipimpin oleh Syaikh Khanova Maulana Lc, Pembina Indonesian Al-Qur’an Center (IAC).
Hadir pula dalam acara ini sejumlah pejabat Lemhannas RI, termasuk Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas RI Komjen Pol Panca Putra, Marskal Muda TNI AU Andi Heru, dan Tenaga Profesional Lemhannas RI Prof. Dadan Umar.
Dalam ceramahnya, Ace Hasan menjelaskan bagaimana Al-Qur’an memberikan pelajaran tentang kaum yang binasa karena kesombongan dan kaum yang diberi keberkahan karena syukur mereka kepada Allah.
Dalam Surat Al-Fajr ayat 6-11, Allah SWT mengisahkan tiga kaum yang diberi kelebihan luar biasa, tetapi akhirnya dihancurkan:
• Kaum ‘Ad: Dikenal sebagai bangsa yang memiliki arsitektur canggih dan membangun bangunan kokoh sebelum teknologi modern lahir.
• Kaum Tsamud: Memiliki keahlian luar biasa dalam mendesain dan mengukir bebatuan, seperti yang bisa dilihat di Petra, Yordania.
• Bangsa Mesir Kuno: Membangun Piramida megah, tetapi akhirnya hancur karena kesombongan pemimpinnya, Firaun.
Ketiga bangsa ini memiliki kemajuan luar biasa, namun mereka terlalu sombong, melupakan Allah, dan tidak bersyukur. Akibatnya, mereka dihancurkan dan peradaban mereka runtuh.
Selain itu, ada kaum yang diberkahi tapi Lupa bersyukur. Selain kaum yang dihancurkan, Ace Hasan juga menyoroti kaum Saba’, yang dijelaskan dalam Surat Saba’ ayat 15.
Negeri Saba’ (Yaman) dahulu merupakan negeri yang sangat makmur, dengan sistem irigasi canggih yang bisa mengairi kebun-kebun hingga ke Ethiopia.
Saking suburnya, tafsir Ath-Thabari menyebutkan bahwa seseorang yang berjalan satu kilometer dengan keranjang di kepala bisa mendapat hasil panen berlimpah.
Namun, kaum Saba’ lupa bersyukur dan berpaling dari Allah, sehingga bendungan besar mereka hancur dan negeri yang subur berubah menjadi tandus.
Ace Hasan menegaskan bahwa sejarah di Al-Qur’an ini menjadi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
