
Sekretaris Umum (Sekum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan usai mengisi khutban Salat Idul Adha di Masjid Muhammadiyah Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat. (Royyan/JawaPos.com)
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Izinkan pada kesempatan kali ini, saya menyampaikan kultum dengan sebuah tema, Cara Sukses Menjalankan Hari-hari di Bulan Ramadhan.
Pembaca Jawa Pos yang budiman.
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk dapat meraih kesuksesan di bulan Ramadhan. Diantaranya dengan kita selalu mengisi hari-hari di bilan Ramadhan dengan banyak melaksanakan ibadah dan perbuatan positif, bermanfaat.
Karena ibadah di bulan Ramadhan ada keistimewaan yang diberikan Allah SWT. Amalan kebaikan yang dilakukan ada barokahnya, diberikan pahala yang berlipat ganda di bulan Ramadhan.
Karen itu, jangan sia-siakan waktu satu jam, satu menit, bahkan satu detik pun di bulan suci Ramadhan. Usahakan memperbanyak ibadah arau amalan kebaikan seperti membaca Alquran, sedekah, membantu orang lain,bekerja, dan sebagainya.
Menariknya, sejak kita berniat saja mau melakukan ibadah atau kita niat hendak melakukan kebaikan, sudah bernilai ibadah dan mendapatkan pahala. Tapi niat melakukan kejahatan, selama itu tidak dilakukan, tidak diberikan sanksi atau dosa.
Kedua, jangan melakukan hal-hal yang bisa mengurangi atau bahkan membatalkan ibadah puasa. Jangan berburuk sanksa ke orang di bulan puasa, jangan berkata bohong, jangan menyebarkan informasi palsu, jangan melakukan ghibah, karena itu bisa mengurangi ibadah puasa yang kita laksanakan
Ketiga, setiap kita bangun dari tidur sampai kita mau tidur kembali, aktivitas-aktivitas kita sebaiknya dicatat. Karena kalau dicatat, akan lebih mudah untuk mengukur sendiri apakah perbuatan yang kita lakukan bernilai ibadah dan kebaikan atau tidak.
Karena orang yang sukses itu adalah orang yang selalu melakukan kalkulasi,selalu berhitung, termasuk mengkalkulasi amalan ibadah dan kebaikan diri kita sendiri sebelum akhirnya dihisab di hari akhir nanti.
Keempat, meluruskan niat. Apapun yang kita lakukan diniatkan karena Allah, lillahi ta"ala. Kita bekerja niatnya supaya sudah bisa menghidupi diri dan keluarga agar dapat melaksanakan beribadah, bersedekah untuk mencari keridhaan Allah, bukan mau pamer ke orang lain atau flexing.
Apapun yang kita lakukan meski itu urusan duniawi tapi niatnya benar, akan bernilai ibadah disisi Allah. Sebaliknya, meskipun itu ibadah untuk akhirat namun niatnya tidak benar, maka tidak akan bernilai ibadah.
Di dalam Alquran, iman selalu dibarengi dengan amal sholeh. Keimanan saja tidak cukup tanpa adanya aktualisasi nyata dari keimanan yaitu melakukan perbuatan baik.
Kalau kita beriman dan selalu melakukan amalan sholeh, insya Allah kita akan mendapatkan nilai kemuliaan. Karena kemuliaan merupakan ganjaran dari ibadah dan amal sholeh.
Demikian mudah-mudahan bermanfaat

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
