
Sejumlah pemudik arus balik saat tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (15/4/2024). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com – Korlantas Polri memastikan terjadi penurunan angka kecelakaan pada momen Lebaran 2024 sebanyak 13 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah korban meninggal dunia menurun, tapi korban kecelakaan yang mengalami luka berat meningkat signifikan.
Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan mengatakan, selama arus mudik dan balik tahun ini, terjadi 2.985 kecelakaan. Tahun lalu jumlahnya mencapai 3.412 kejadian. ”Ini sesuai dengan target untuk menurunkan angka kecelakaan,” katanya.
Dari 2.985 kecelakaan dalam Lebaran 2024, terdapat korban meninggal dunia sebanyak 429 jiwa. Jumlah tersebut turun 17 persen bila dibandingkan dengan korban meninggal pada arus mudik dan balik Lebaran 2023 yang mencapai 519 jiwa. ”Angka kecelakaan turun, jumlah korban meninggal dunia turun. Tapi, jumlah korban luka berat meningkat,” terang dia.
Pada 2023, jumlah korban luka berat sebanyak 427 orang. Pada arus mudik dan balik Lebaran 2024, angkanya naik 25 persen dengan 533 orang. ”Saya meminta maaf bila selama pelaksanaan operasi arus mudik dan balik, masih banyak kekurangan,” ucapnya. Jumlah korban luka ringan mengalami penurunan. Yakni, 4.745 orang pada 2023 menjadi 3.983 orang pada tahun ini.
Sementara itu, pemerintah telah melakukan evaluasi awal penanganan arus mudik dan balik Lebaran. Dari hasil yang ada, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan ada sejumlah perbaikan dibandingkan penanganan pada tahun lalu.
Dia mengakui, memang ada beberapa insiden di sejumlah titik ruas tol. Namun, secara umum, penanganan arus mudik dan arus balik 2024 mengalami capaian yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
”Secara umum capaian-capaiannya sudah sangat baik dari tahun 2023, ada perbaikan, terutama dari sisi angka kecelakaan. Karena memang yang kita utamakan adalah keselamatan, bahkan idealnya memang harus zero accident,” ujarnya dalam pernyataan resmi kemarin (16/4).
Capaian penanganan mudik tersebut diindikasi dari beberapa hal. Di antaranya, rata-rata angka kecelakaan yang menurun, angka korban meninggal, hingga penurunan jumlah santunan yang diberikan oleh pihak-pihak terkait. (idr/mia/c7/fal)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
