
TIPS RAMADHAN: Dokter Zafar Iqbal, Head of Sports Medicine Crystal Palace menjelaskan bagaimana Crystal Palace bertanggung jawab terhadap kebugaran pemain mereka di bulan Ramadhan. (Crystal Palace)
JawaPos.com — Bulan suci Ramadhan, saat di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa, adalah momen yang ditunggu-tunggu. Namun, bagi para penggemar, staf, dan pemain Crystal Palace, tantangan kesehatan khusus menghadang.
Puasa selama Ramadhan bukanlah perkara mudah, terutama bagi para pemain sepak bola elit seperti yang bermain di Liga Premier Inggris. Dokter Zafar Iqbal, Kepala Kedokteran Olahraga Crystal Palace, memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana para pendukung dapat tetap sehat selama Ramadhan serta memberikan gambaran menarik tentang kehidupan seorang pemain sepak bola di level tertinggi ketika berpuasa.
Menariknya, ada bukti yang menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan respons imun dan mengurangi insiden infeksi virus dan bakteri.
Bagi yang berpuasa selama Ramadhan, menjaga kesehatan fisik yang baik membutuhkan pemikiran dan persiapan tambahan.
Puasa sulit karena tubuh harus beradaptasi dengan tidak menerima makanan dan cairan sepanjang hari, mulai dari sebelum fajar hingga matahari terbenam. Dehidrasi menjadi masalah terbesar yang menyebabkan kelelahan dan memperlambat banyak fungsi organ.
Tidak mendapatkan asupan energi yang cepat dan sering selama hari berarti tubuh harus mengandalkan cadangan dan mengubah cara kerjanya.
Disarankan untuk berolahraga pada waktu yang meminimalkan kerugian dalam kebugaran atau kekuatan, dengan waktu yang ideal adalah sekitar tengah malam. Dengan menunggu beberapa jam setelah makan, Anda akan memungkinkan tubuh Anda mencerna makanan, membersihkan lambung, dan mengarahkan darah ke otot-otot yang sedang berolahraga.
Pada tengah malam, Anda juga memiliki waktu untuk mengonsumsi cairan dan glukosa yang cukup untuk memungkinkan Anda mengisi kembali cadangan glikogen otot setelah berolahraga.
Jika khawatir tentang apa yang harus dimakan selama Ramadhan, saya akan menyarankan diet berikut:
Sebelum matahari terbenam:
Sedikit karbohidrat cepat (misalnya: kurma, buah, smoothie, dan pasta)
Shake protein whey akan membantu regenerasi dan pemulihan otot
Hindari makanan besar pada tahap ini, atau tubuh akan masuk ke mode 'penyimpanan'
Sebelum matahari terbit:
Fokus pada karbohidrat yang melepaskan energi secara perlahan (misalnya: sayuran non-pati seperti bayam dan kale; kentang manis, pasta, kacang, buah, oatmeal, dan bubur) yang dikombinasikan dengan makanan yang akan melepaskan energi dalam jangka waktu pendek hingga menengah

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
