
Ilustrasi seseorang sedang mengalami sariawan.
JawaPos.com - Saat berpuasa, sariawan sering terjadi dan ditandai dengan luka di mulut yang menyebabkan nyeri, sehingga mengganggu aktivitas makan, minum, dan berbicara. Hal ini tentunya membuat tidak nyaman.
Mulut biasanya saat tidak mengonsumsi makanan atau minuman dalam waktu tertentu, cenderung menjadi lebih kering. Hal ini tidak hanya mengakibatkan bau mulut, tetapi juga meningkatkan risiko sariawan.
Penyebab Sariawan saat Puasa
Dikutip dari Halodoc.com, sariawan dapat terjadi kapan saja, termasuk saat puasa, karena faktor seperti kurangnya kebersihan mulut, sensitivitas terhadap makanan tertentu, faktor hormonal, stres, kurang tidur, dan defisiensi nutrisi seperti vitamin B, vitamin C, atau zat besi.
Dilansir dari Siloam Hospitals, selama bulan puasa, sariawan lebih rentan terjadi karena perut kosong memicu naiknya asam lambung ke mulut. Kondisi mulut kering juga merangsang pertumbuhan bakteri, meningkatkan risiko peradangan seperti sariawan.
Selain itu, tidak makan dalam waktu lama dapat meningkatkan tingkat kortisol dalam tubuh, sebuah hormon stres yang dapat memicu sariawan.
Iritasi mulut dapat timbul dari beberapa hal, seperti makan terlalu cepat, bibir tergigit, menyikat gigi terlalu keras yang bisa melukai gusi, makan makanan asam dan pedas, serta kebiasaan merokok, yang semuanya dapat menyebabkan sariawan.
Kondisi ini dapat lebih buruk karena kurangnya asupan nutrisi penting seperti vitamin C, zink, kalsium, dan vitamin B kompleks yang mungkin terjadi saat berpuasa.
Cara Mengatasi Sariawan saat Puasa
Melansir Siloam Hospitals, terdapat beberapa cara untuk mengatasi sariawan saat puasa:
1. Berkumur menggunakan air garam atau minyak kelapa
Air garam memiliki sifat antiseptik yang mempercepat penyembuhan sariawan. Untuk membuat larutan, campur 1 sendok teh garam dapur ke dalam ½ gelas air hangat, kemudian berkumurlah selama 15–30 detik setelah sahur dan berbuka.
Minyak kelapa dapat meredakan rasa perih akibat sariawan di mulut. Coba berkumur dengan 1 sendok makan minyak kelapa murni tiga kali sehari. Anda juga bisa mengoleskan sedikit minyak kelapa ke luka sariawan 3–4 kali sehari.
2. Berkumur menggunakan teh kamomil
Teh kamomil mengandung asam tanin yang dapat mengurangi nyeri akibat sariawan. Rendam teh kamomil hingga berwarna kuning pekat, kemudian berkumur 3–4 kali sehari, termasuk saat sahur, setelah berbuka, dan sebelum tidur.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
