Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Maret 2024 | 00.38 WIB

Doa Nabi Ayub Meminta Kesembuhan dari Penyakit yang Tertulis di Alquran

ILUSTRASI DOA - Image

ILUSTRASI DOA

JawaPos.com - Nabi Ayub alaihissalam (As) mendapat ujian yang sangat berat. Hartanya habis. Anak-anaknya meninggal. Badannya digerogoti penyakit yang sangat parah.

Di balik semua cobaan itu, Nabi Ayub tetap menunjukkan kualitas tauhidnya yang tinggi dengan bersabar dan tidak mengeluh sedikit pun.

Penderitaan dan penyakit Nabi Ayub As sungguh sangat berat terkena penyakit yang amat parah selama 18 (delapan belas) tahun. Tidak hanya itu saja, Allah mewafatkan anak-anaknya yang dicintai. Begitu pula hartanya habis. Dia menjadi orang fakir. Hanya ditemani istrinya dan dua orang teman yang membantunya setiap hari.

Semua ujian dan cobaan itu diterima Nabi Ayub As dengan sabar. Dia sabar dan ridha dengan takdir Allah yang pahit tersebut. Lantas berkata dan berbuat dengan apa-apa yang diridhai oleh Allah Tabaraka wa Ta'ala.

Dikutip dari almanhaj.or.id, penyakit merupakan cobaan sekaligus sebagai salah satu penggugur dosa, apabila seseorang mampu bersabar dalam menghadapinya.

Ketika menderita sakit dan ridho atas penyakit itu, Nabi Ayub melafalkan doa meminta kesembuhan juga menjadi salah satu ikhtiar. Oleh karenanya, ketika sakit harus tetap beriman, dan beramal shaleh dalam kesabaran.

Di samping berdoa dan pasrah meminta kesembuhan kepada Allah swt, hendaknya seseorang yang sakit juga berusaha mengobati penyakitnya. Bisa saja jalan kesembuhan dari allah swt dihantarkan lewat obat atau terapi penyakit terapi tersebut.

Doa merupakan salah satu bentuk permohonan dan kerendahan hati seorang hamba dihadapan Tuhannya. Bagaikan senjata bagi orang mukmin, perlindungan bagi orang yang lemah, obat yang paling ampuh bagi orang yang kesusahan. Tidak ada seorangpun yang lepas dari doa.

Dikutip dari islampos.com, para Nabi pun yang notabene sebagai kekasih Allah Swt berdoa dan menjadikan doa sebagai senjata saat menghadapi situasi sulit. Berdoa merupakan aktivitas yang bernilai ibadah. Dengan berdoa, seorang mampu menaiki tangga menuju jalan kesuksesan dan keselamatan. Sebab doa adalah lawan dan musuh yang mampu meringankan turunnya bala’ bahkan menolaknya. Alquran menyatakan bahwa berdoa adalah perintah, siapapun yang berdoa, maka permohonannya pasti terkabul.

Sebaik-baik doa adalah doa yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik dari Alquran maupun hadits-hadits Nabi. Meskipun tidak ada larangan bagi seorang mukmin menggunakan redaksi dan bahasa daerahnya ketika berdoa. Namun alangkah baiknya, doa-doa tersebut dihafal dan dipanjatkan oleh kita sebagai bentuk mengikuti sunnah para Nabi. Ketika meminta kesembuhan penyakit kepada Allah Swt pada surat Al-Anbiya’ ayat 83.

Doa ini beliau lantunkan setelah mengalami sakit menahun yang membuat dirinya dijauhi dan ditinggalkan oleh orang-orang terdekat. Namun beliau tetap sabar, taat kepada Allah swt dan senantiasa mengusahakan kesembuhan.

Doa nabi Ayub tersebut diabadikan Allah swt dalam firman-Nya yang dikutip dari nu.or.id memaparkan:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ )
Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang” (QS Al-Anbiya’ 83).

Nabi Ayub As senantiasa berdoa terus kepada Allah agar Allah mengampuninya dan mengangkat penyakitnya. Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman,

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore