
Sejumlah masyarakat merayakan malam takbir dikawansan petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (14/6/). Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Idulfitri 1 Syawal 1439 H yang jatuh pada Jumat (15/6).
JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri telah tiba ditandai dengan kumandang takbir dimana-mana. Musala dan masjid di sekitar kita dapat dipastikan mengumandangkan takbir mengagungkan kebesaran Allah.
Takbir di hari raya hukumnya sunnah. Bukan hanya dilakukan oleh orang yang berada di masjid atau di musala, kita yang berada di rumah atau dimana pun juga disunnahkan mengumandangkan takbir di hari raya.
"Mengumandangkan takbir hukumnya sunnah. Kan rujukannya Alquran, walitukmilul iddata welitukabbirullah. Itu dalilnya takbir. Setelah menyempurnakan puasa Ramadan, maka bertakbirlah kepada Allah. Rujukan lainnya juga dari hadits Nabi," kata Dosen Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an (PTIQ), Dr. Abdul Muid Nawawi kepada JawaPos.com, beberapa waktu lalu.
Mengumandangkan takbir di hari raya Idul Fitri sunnah dilakukan sejak terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadan sampai dilaksanakannya salat Idul Fitri. Abdul Muid Nawawi menyatakan, takbir di hari raya Idul Fitri secara durasi lebih pendek dibandingkan dengan takbir di hari raya Idul Adha.
"Kalau Idul Adha takbirnya lebih panjang bisa sampai hari ketiga setelah lebaran. Kalau Idul Fitri nggak. Tetap sunnah dan dapat pahala kalau takbir setelah salat Id, tapi dalam momentum lebaran sudah nggak," katanya.
Abdul Muid Nawawi juga mengungkap makna takbir di hari lebaran. Menurutnya takbir dikumandangkan setelah selesai melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh bertujuan untuk mengagungkan Tuhan sekaligus ungkapan rasa syukur kita kepada Sang Pencipta. Di dalam takbir didapat pengakuan dari kita bahwa hanya Allah Yang Maha Besar.
"Takbir itu seharusnya membesarkan Allah dan menganggap kita butiran debu, tidak ada apa apanya. Takbir itu mengkerdilkam diri," tuturnya.
Dia pun melayangkan kritikan kepada orang yang suka bertakbir namun salah dalam memposisikan diri karena menganggap kita besar. Padahal hakikat Yang Besar hanya lah Allah SWT.
"Takbir itu berhubungan dengan takabur. Asal katanya sama dari kabura. Jadi yang berhak takabur hanya Allah. Kenapa terjadi konflik padahal kita mengumandangkan takbir ? Karena kita merasa besar, merasa angkuh," paparnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
