
Ilustrasi pasangan yang baru menikah.
JawaPos.com - Pertanyaan kapan nikah menjadi ucapan paling horor bagi para lajang saat lebaran tiba. Tidak peduli laki-laki, maupun perempuan. Saat seluruh keluarga dan kerabat berkumpul, hati suka dagdigdug. Khawatir pertanyaan yang suka bikin mati kutu itu terlontar karena bisa terbawa perasaan alias baper.
Jangan sedih! Anggap pertanyaan itu sebagai doa. Doa yang segera dikabulkan Tuhan, bahwa jodoh pasti datang. Tak usah iri dengan sepupu yang mempunyai kekasih atau suami ganteng. Tak usah miris juga saat melihat sepupu yang lebih muda justru sudah mempunyai momongan.
Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengajak seluruh lajang untuk tetap optimis dan tidak sedih. Pertanyaan seputar jodoh di momen-momen besar memang sudah menjadi budaya Timur yang harus dimaklumi. Anggaplah itu sebagai wujud kasih sayang dari keluarga yang ikut memerhatikan nasib para jomblo.
"Secara kultural masyarakat kita ini sifatnya komunal yang memang sifatnya menghargai peran dan fungsi keluarga," jelasnya kepada JawaPos.com, Jumat (23/6).
Sehingga, kata Devie, sesukses apapaun seseorang jika belum berkeluarga dianggap belum bernilai. Seolah kehidupan dan kebahagiaannya kurang lengkap lahir batin. Sehingga julukan jomblo-jomblo bahagia alias Jojoba itu sesungguhnya tidak ada.
"Bagaimana ketika seseorang lajang bawa calon istri atau calon suami atau kekasih di budaya masyarakat timur akan menjadi hadiah lebaran terbaik bagi keluarganya," tuturnya.
Devie mencontohkan tren di Tiongkok bahkan lebih detail. Kewajiban membawa pasangan di hari spesial membuat bisnis biro jodoh dan sewa pasangan semakin terbuka lebar.
"Budaya timur mengedepankan kelompok kecil keluarga adalah yang utama. Di Tiongkok sampai menyewa pasangan.
Artinya, Devie berpesan bagi anak-anak muda menganggap hal itu bukan sesuatu yang seharusnya ditanggapi jadi beban. Justru hadapilah dengan senyuman bahagia karena banyak keluarga yang masih memerhatikan masa depan dan menunjukkan kasih sayang. (cr1/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
