
ASINGEmily (Yu Ju Wang), mahasiswa exchange dari Shih Chien University Taiwan, Selasa (13/6) membagikan takjil bagi pengendara yang melewati kampus Ubaya Ngagel. Kegiatan berbagi dengan sesama selama bulan Ramadan, sekaligus memperkenalkan budaya Ramadan.
JawaPos.com – Momen berbagi takjil di depan Universitas Surabaya (Ubaya) kawasan Ngagel terasa istimewa Selasa (13/6). Sebab, selain mahasiswa lokal, pembagian takjil tersebut melibatkan para mahasiswa asing. Mereka adalah Alejandro Comte asal Meksiko, Andrew Oliver Cumming dari Australia, dan Yu Ju Wang dari Taiwan.
Sebanyak 1.000 takjil dibagikan kepada pengendara yang melintas di depan kampus. Dosen, karyawan, dan mahasiswa lain pun dilibatkan. Mereka juga membawa papan bertulisan ”Selamat Berbuka Puasa”.
Yang menarik, papan ucapan tersebut ditulis dalam lima bahasa. Selain bahasa Indonesia, ada bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin. Bahkan, Jawa. Bahasa Indonesia dipilih karena merupakan bahasa persatuan. Apalagi, bahasa Indonesia mudah dipahami seluruh masyarakat. Adapun, bahasa Jawa merupakan bahasa yang ditemui di banyak daerah dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, bahasa Inggris dan Mandarin dipilih lantaran menjadi bahasa internasional yang banyak dipelajari dan digunakan. Bukan hanya para mahasiswa, tapi juga berbagai kalangan yang lain. Terakhir, bahasa Arab dipilih lantaran termasuk bahasa tertua di dunia. Dalam konteks sejarah, bahasa Arab juga tidak bisa lepas dari penyebaran Islam.
Yu Ju Wang dan rekan-rekannya tampak antusias membagikan takjil. Bahkan, mereka sampai kewalahan membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas.
Yu Ju Wang atau biasa disapa Emily itu mengatakan baru kali pertama ikut bagi-bagi takjil. Dia pun antusias membagikan paket takjil yang berisi es dawet, kurma, snack, dan air mineral tersebut. ”Saya ingin tahu aktivitas yang dilakukan selama Ramadan, ini menarik,” katanya.
Yu Ju Wang, Alejandro Comte, dan Andrew Oliver Cumming merupakan mahasiswa yang sedang menempuh studi di Ubaya. Yu Ju Wang dan Andrew Oliver adalah mahasiswa pertukaran pelajar di Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya. Alejandro Comte merupakan mahasiswa reguler di Ubaya.
Amirul Ulum, koordinator acara bagi-bagi takjil, mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu sarana untuk saling berbagi di bulan suci. Juga, menjadi media untuk bersilaturahmi dan saling mengenal antar sesama civitas academica Ubaya. ”Yang tidak kalah penting adalah bisa berinteraksi dengan masyarakat melalui momen berbagi takjil,” katanya. (puj/c7/git)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
