Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Mei 2021 | 02.42 WIB

Nuansa Pluralisme dalam Salat Id di Sidoarjo

GUYUB RUKUN: Pelaksanaan salat Id yang digelar warga Perumahan Puri Permata Regency secara mandiri. Mulai jamaah, muazin, hingga khatib diambilkan dari warga setempat. (Jeffri Christian Adi Setjo for Jawa Pos) - Image

GUYUB RUKUN: Pelaksanaan salat Id yang digelar warga Perumahan Puri Permata Regency secara mandiri. Mulai jamaah, muazin, hingga khatib diambilkan dari warga setempat. (Jeffri Christian Adi Setjo for Jawa Pos)

JawaPos.com – Pandemi virus korona benar-benar tidak menyurutkan semangat warga Sidoarjo untuk menjalankan salat Id pada Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H yang jatuh Kamis (13/5). Yang membanggakan, semangat mereka untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 layak diacungi jempol. Berbagai kreasi muncul.

Di Masjid Agung Sidoarjo, pelaksanaan salat Id benar-benar sesuai dengan rencana yang disiapkan. Area dalam masjid hanya diisi 50 persen dari kapasitas normal. Sedangkan jamaah lainnya ditempatkan di area luar masjid. Prokes benar-benar diberlakukan. Para jamaah pun bisa khusyuk menjalankan salat.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali memberikan apresiasi khusus kepada pengurus masjid. Mereka dinilai sudah menjalankan prokes dengan baik. “Jadi, masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk dan khidmat,” katanya.

Ikhtiar warga Perumahan Puri Permata Regency untuk menggelar salat Id dengan prokes juga patut diacungi jempol. Salat yang diadakan di lapangan perumahan itu berlangsung ”mandiri”. Jamaahnya adalah warga setempat.

Di sana, sebanyak 150 warga dari 40 KK melangsungkan salat berjamaah dengan khusyu dan penuh keakraban. Lokasinya, di lapangan bola, fasilitas umum milik perumahan yang dibangun sejak 2007. Jamaah salat, dikhususkan bagi warga perumahan PPR saja. Termasuk imam, khatib, dan muadzin juga dari lingkungan warga sendiri.

Bukan hanya itu, mulai imam, khatib, hingga muazin juga diambilkan dari warga perumahan. ”Semua dari lingkungan kami sendiri,” ujar Buddyanto Renato, salah satu panitia salat Idul Fitri di perumahan tersebut.

Yang menarik lagi, persiapan salat tidak hanya melibatkan warga muslim. Banyak warga nonmuslim yang juga ikut terlibat. Mereka menyambut jamaah yang datang dengan memberikan hand sanitizer dan mengecek suhu tubuh.

”Bahkan, ada warga nonmuslim yang meminjamkan peralatan sound system-nya sebagai sarana penunjang salat,” katanya. 

Baca Juga: Anang Hermansyah-Ashanty Salat Idul Fitri di Dubai

Setelah salat, dilanjutkan dengan acara saling bermaaf-maafan di lapangan. “Dengan demikian, tidak perlu lagi ada unjung-unjung ke rumah masing-masing warga,” lanjut Buddyanto.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore