
Melewati Tanjakan Kali Kenteng, Mobil pemudik harus antre satu persatu untuk menjaga jarak aman.
JawaPos.com - Lokasi jalan menurun dan tanjakan Kali Kenteng di ruas tol fungsional Semarang-Boyolali menjadi perhatian tersendiri pihak kepolisian. Untuk mengantisipasi risiko, Polri bersama PT Jasa Marga dan PT Waskita telah menyeleksi kelayakan kendaraan.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menyatakan, kendaraan yang melintas di titik Kali Kenteng direkayasa melaju satu per satu. "Jadi, kalau nanjak itu harus masuk gigi 1 sehingga antre satu per satu. Kalau sudah habis 1, kita masukkan lagi," tuturnya saat melakukan pemantauan bersama Jawa Pos Radar Semarang di ruas jalan tol fungsional kemarin (11/6).
Condro menegaskan, tidak semua kendaraan roda empat bisa memasuki lokasi Kali Kenteng. Pihaknya melakukan seleksi dengan maksud mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.
"Tadi (kemarin, Red) saya mengembalikan kendaraan yang ingin tahu, ingin mencoba lewat sini. Kami seleksi di depan. Kalau tidak layak, kami kembalikan. Selain layak jalan, pengemudi harus memiliki SIM dan terampil," papar dia.
Pihaknya mengimbau pemudik yang kendaraannya tidak layak jalan lebih baik menggunakan moda transportasi umum. Menurut Condro, jalan tol fungsional Salatiga sampai Boyolali bisa keluar melalui tol Tingkir. Kemudian melalui jalan nasional belok kanan dan selanjutnya Salatiga sampai Boyolali. "Kadang masyarakat pengin merasakan menanjak di situ," katanya.
Pelaksana yang mengerjakan proyek, imbuh Condro, sudah profesional. Kementerian PUPR dan PT Waskita sudah mengukur elevasi di bawah 10 derajat. "Jadi masih dikategorikan aman."
Pada kesempatan itu, Kapolda Jateng memberikan penghargaan kepada tiga polisi yang membantu sebuah mobil yang mogok di tanjakan tersebut. Penghargaan yang diberikan berupa piagam dan balok "ganjal emas". Bukan hanya kepada ketiga polisi, Condro juga memberikan penghargaan untuk tiga pekerja yang turut membantu mobil saat melintas di tanjakan.
Tiga polisi tersebut adalah Aiptu Joko Nurwasito, Bripda Endra Saputra (anggota Unit Lantas Polsek Tengaran), dan Ipda Wardoyo (kepala unit di Polres Semarang). Kemudian, tiga pekerja itu adalah Sukri, Tugiman, dan Mustanir.
"Mudah-mudahan tambah semangat, menginspirasi masyarakat, harus melayani, mengayomi masyarakat. Kepada anggota Waskita juga terima kasih sinerginya," tambah dia.
Secara keseluruhan, tambah Condro, jumlah pemudik memang turun. Tapi, jumlahnya diprediksi naik mendekati Lebaran nanti. "H-3 bisa naik lagi, khususnya yang sekitar Jateng," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
