JawaPos Radar

Jumlah Kendaraan di Arus Mudik Menurun, Tol Cikampek Terasa Renggang

12/06/2018, 09:53 WIB | Editor: Ilham Safutra
Jumlah Kendaraan di Arus Mudik Menurun, Tol Cikampek Terasa Renggang
Pintu Tol Palimanan dari arah Jakarta. Jumlah pengendara arus mudik relatif sepi. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mendekati hari H Idul Fitri, jumlah pemudik yang menggunakan jalur darat ke arah Jawa tidak terlihat lonjakan berarti. Relatif pemudik yang melintas dari arah Jakarta semakin menurun. Hal itu disinyalir dari libur panjang Lebaran yang berlangsung lama.

General Manager PT Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek Raddy Riadi Lukman menuturkan, jumlah pengendara yang melewati pintu tol Cikarang Utama (Cikarut) terus turun hari ke hari.

Hasil rekapitulasi pada Minggu (10/6) atau H-5, jumlah kendaraan yang menuju arah Cikampek sebanyak 88.593 unit. Itu sudah termasuk data pada kemarin pagi atau sif ketiga H-5 sebanyak 34.714 kendaraan. Sebelumnya, diprediksi jumlah kendaraan pada H-5 itu sebanyak 109.115 unit. "Prediksi kita H-3 (hari ini, Red) lalin masih tinggi. Namun, tidak sebesar H-6," ujar Raddy kepada Jawa Pos kemarin.

Jumlah Kendaraan di Arus Mudik Menurun, Tol Cikampek Terasa Renggang
Lalu lintas di Tol Cikampek terasa renggang saat arus mudik 2018. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Pada H-6 atau Sabtu (9/6), total kendaraan yang melintasi Cikarut sebanyak 109.165 unit. Meski jumlah kendaraan relatif turun, mereka tetap melakukan antisipasi. Sedikit saja ada sumbatan arus lalu lintas, langsung dimainkan strategi-strategi sebelumnya. Misalnya, melakukan lagi contraflow.

Berdasar perhitungan Jasa Marga, sejak H-8 hingga H-5, sudah 361.498 kendaraan keluar dari Jakarta melalui gardu tol (GT) Cikarang Utama. Jumlah itu meningkat bila dibandingkan dengan lalin normal, yakni 273.108 kendaraan (32,4 persen). Jasa Marga juga mencatat, distribusi lalu lintas dari GT Cikarang Utama ke jalur utara (via GT Palimanan dan GT Cikampek) sebesar 59 persen. Sedangkan untuk kendaraan yang menuju jalur selatan (via GT Sadang dan GT Cileunyi) sebesar 41 persen.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, puncak arus mudik 2018 awalnya diprediksi 9 atau 10 Juni. Ternyata hingga saat ini belum terjadi puncak arus mudik. Sangat mungkin libur panjang membuat masyarakat bisa memilih waktu mudik. "Arus mudik bisa terbagi," jelasnya.

Menurut dia, tak ada kemacetan parah hingga berjam-jam selama beberapa hari arus mudik. Dari pantauan udara yang dilakukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, arus mudik dari arah Jakarta ke Jawa Tengah lancar. "Hanya ada kepadatan biasa."

Dia menuturkan, saat ini prediksi puncak arus mudik cukup susah dilakukan. Sebab, semuanya telah terurai menuju daerah masing-masing. "Kalau puncak itu kan jumlah kendaraannya ekstrem. Ini belum ada," ujarnya.

Mungkin sebagian besar pemudik saat ini telah tiba di tujuan. Dengan begitu, prediksi waktu rawan telah terlewati. "Namun, pemantauan terus berlangsung," tambah mantan Wakabaintelkam tersebut. 

(syn/vir/jun/tau/idr/lyn/c10/oki)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up