Ustadz Hilaluddin Hasan Ishaq, salah satu pengajar di Pondok Pesantren Multazam. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Puasa Ramadhan adalah ibadah yang mengajarkan kita tentang pengendalian diri untuk tidak makan dan minum pada siang hari.
Namun, sejatinya maknanya jauh lebih dalam. Puasa melatih kejujuran dan integritas, dua nilai karakter yang sangat penting dalam kehidupan pribadi, sosial, hingga profesional.
Karena puasa dilakukan tanpa pengawasan manusia, seseorang bisa saja berpura-pura berpuasa. Tapi di sinilah letak esensinya, hanya diri sendiri dan Allah yang tahu apakah seseorang jujur dalam menjalankan ibadah ini atau tidak.
Kejujuran merupakan fondasi dari karakter yang kuat. Saat berpuasa, tidak ada yang benar-benar bisa memastikan apakah kita makan atau minum secara diam-diam. Namun, orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh tetap menahan diri karena adanya kesadaran batin dan keimanan kepada Allah.
Berikut kultum hari ini, Sabtu (21/2), tentang Puasa Membentuk Kejujuran dan Integritas, yang dibawakan oleh ustadz Hilaluddin Ishaq, salah satu pengajar di Pondok Pesantren Multazam.
Asalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah wasshalatu wassalamu ala rasulillah. Waba'du.
Pemirsa Jawa Pos Rahimakumullah.
Alhamdulillah kita telah memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh berkah dan ampunan serta manfaat.
Salah satu manfaat Ramadhan untuk diri kita adalah membentuk akhlakul karimah atau memiliki integritas moral yang tinggi. Karena dalam bulan suci Ramadhan, kita melaksanakan puasa dari pagi hingga petang menahan haus dan lapar. Tidak ada seorang pun yang melihat kita ketika kita mau sebetulnya untuk berbuka puasa di siang hari.
Akan tetapi, kita dengan penuh tanggung jawab, kita melaksanakan bulan suci Ramadhan ini dalam rangka untuk meningkatkan akhlakul karimah. Kita jaga, jangan sampai kita berbuka puasa di bulan di bulan suci Ramadhan pada siang harinya. Walaupun tidak ada seorang pun yang melihat kita.
Itu adalah pembentukan moral untuk supaya kita taat kepada hukum, untuk supaya kita memiliki moral yang baik dan bertanggung jawab, serta menunaikan kewajiban dan amanah.
Itu salah satu yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadisnya, asshiyamu junatun. Puasa itu adalah benteng.
Benteng untuk mengekang hawa nafsu kita, benteng untuk mengendalikan hawa nafsu kita. Sehingga kita bisa mengendalikan diri kita, kontrol diri kita terhadap hal-hal yang tidak diperbolehkan, baik dalam agama maupun dalam aturan kenegaraan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
