Ilustrasi menyambut bulan suci ramadhan (Freepik)
JawaPos.com – Ramadan dikenal sebagai bulan penuh ampunan yang memiliki makna mendalam dalam ajaran Islam. Bulan ini dipandang sebagai periode paling suci dalam kalender Hijriah serta menjadi momentum peningkatan ketakwaan kepada Allah Swt.
Pada bulan kesembilan dalam kalender Hijriah tersebut, umat Islam di berbagai belahan dunia menjalankan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain menahan diri dari makan dan minum, mereka memanfaatkan waktu dengan membaca Al-Qur’an serta mempererat hubungan spiritual kepada Allah SWT.
Berikut penjelasan terkait asal-usul, makna hingga pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadhan, seperti dilansir dari laman Muslim Aid dan Kemenag.
Sesuai dengan kronologi turunnya wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW. Mereka yang meyakini bahwa wahyu tersebut turun selama dua dekade berpendapat bahwa Sawm dan dengan demikian Ramadan, diresmikan sekitar tahun 622 M. S
aat itu, Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya berada di Madinah, di mana iklim yang panas memengaruhi istilah ‘Ramadhan', yang memiliki arti ‘panas yang membakar.’ Aspek historis Ramadan ini memberikan latar belakang yang bermakna bagi perayaannya.
Ramadan merupakan salah satu rukun Islam keempat, yaitu puasa, dimana mendorong umat Muslim untuk mempraktikkan pengendalian diri, rasa syukur, dan kasih sayang.
Melalui ajaran-ajaran ini, umat Muslim memperingati sejarah Ramadan dan pentingnya puasa Ramadan dengan menahan diri dari makan dan minum di siang hari.
Bulan ini mengingatkan mereka tentang nilai disiplin diri, alasan utama mengapa Ramadan memiliki tempat dalam sejarah.
Meskipun Ramadan merupakan bagian penting dari praktik Islam, ada pengecualian bagi mereka yang tidak dapat berpuasa karena alasan kesehatan atau usia.
Orang-orang yang tidak dapat melakukan puasa diharuskan membayar Fidyah sebagai gantinya. Selain itu, semua Muslim didorong untuk membayar Zakat dan Fitrana, suatu tindakan yang berakar pada praktik awal Ramadan.
Secara tradisional, umat Islam berbuka puasa dengan kurma, sebuah kebiasaan yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad SAW. Isyarat ini bersifat simbolis, yang menghubungkan ketaatan modern dengan praktik aslinya, yang selanjutnya menekankan signifikansi historis Ramadan.
Puasa merupakan kesempatan untuk berpaling kepada orang lain, untuk menunjukkan kasih, altruisme, dan kemurahan hati kepada orang-orang yang dekat dengan kita.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
