Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 18.48 WIB

Kakorlantas Prediksi Arus Mudik Dimulai 19 Maret, Puncak Kepadatan Tol Trans-Jawa pada H-3 Lebaran

SIAP PULANG KAMPUNG: Sejumlah calon penumpang pesawat antre untuk lapor diri di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, kemarin (15/3). (TEGUH PRIHATNA/FOC/ANTARA FOTO) - Image

SIAP PULANG KAMPUNG: Sejumlah calon penumpang pesawat antre untuk lapor diri di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, kemarin (15/3). (TEGUH PRIHATNA/FOC/ANTARA FOTO)

JawaPos.com – Arus mudik Lebaran 2025 berpotensi dimulai lebih awal. Korps Lalu Lintas Mabes Polri memprediksi pergerakan dari kota-kota besar Indonesia ke sejumlah daerah dimulai pekan depan.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho mengatakan, hal itu dipicu kebijakan work from anywhere (WFA) yang diputuskan pemerintah. Sebagai informasi, WFA bisa dilakukan ASN sejak 24 hingga 27 Maret. Karena itu, Kakorlantas memprediksi pergerakan arus mudik bakal dimulai sejak Rabu (19/3). Sebab, Senin (24/3) ASN sudah tidak diwajibkan ke kantor.

Meski demikian, Mabes Polri tetap akan melaksanakan Operasi Ketupat mulai 23 Maret sampai 8 April untuk di Jawa, Lampung, dan Bali. Sedangkan untuk daerah lain tetap 26 Maret.

Agus belum bisa memastikan apakah kebiasaan mudik H-3 Lebaran akan terjadi setelah adanya kebijakan WFA. ”Ini belum tentu, nanti kita akan lihat traffic counting di jalan nasional maupun jalan tol,” tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) telah melakukan survei terkait potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2025. Hasilnya, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28 Maret dengan potensi pergerakan masyarakat sebanyak 12,1 juta orang. Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 6 April dengan potensi pergerakan masyarakat sebanyak 31,49 juta orang.

Terkait angka sebaran, daerah asal perjalanan terbanyak adalah Jawa Barat sebesar 30,9 juta orang (21,1 persen), disusul Jawa Timur 26,4 juta orang (18 persen), Jawa Tengah 23,3 juta orang (15,9 persen), Banten 7,9 juta orang (5,4 persen), dan DKI Jakarta 6,7 juta orang (4,6 persen).

Adapun daerah tujuan perjalanan terbanyak adalah Jawa Tengah sebesar 36,6 juta orang (25 persen), Jawa Timur sebesar 27,4 juta orang (18,7 persen), Jawa Barat 22,1 juta orang (15,1 persen), Jogjakarta 9,4 juta orang (6,4 persen), dan Sumatera Utara sebesar 6,2 juta orang (4,2 persen).

Kemudian, terdapat lima moda transportasi yang menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan selama libur Lebaran. Pilihan terbanyak jatuh pada mobil pribadi sebesar 33,69 juta (23 persen), diikuti bus sebesar 24,76 juta (16,9 persen), kereta api antarkota 23,58 juta (16,1 persen), pesawat sebesar 19,77 juta (13,5 persen), dan sepeda motor sebesar 12,74 juta (8,7 persen).

Hari keberangkatan mobil pribadi terbanyak jatuh pada H-3 sebesar 3,47 juta. Sedangkan hari kepulangan mobil pribadi terbanyak jatuh pada H+5 sebesar 6,97 juta. Potensi kepadatan mobil pribadi akan terjadi di tol trans-Jawa, yakni mencapai 7,95 juta.

Sementara itu, hari keberangkatan pemudik motor terbanyak jatuh pada H-3 sebesar 1,08 juta. Lalu, hari kepulangan terbanyak jatuh pada H+5 sebesar 2,3 juta. Potensi kepadatan motor akan terjadi di jalan arteri atau alternatif, yakni mencapai 4,41 juta.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, data tersebut menjadi pegangan pemerintah dalam mempersiapkan kebijakan. Termasuk terkait kebijakan WFA. ”Kami berkomitmen untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini berlangsung dengan aman dan terkendali,” kata Dudy. (far/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore