Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Maret 2025 | 22.20 WIB

Metabolisme Berubah Saat Puasa Ramadhan? Begini 3 Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil di Bulan Ramadhan Menurut Ahli Gizi

Ilustrasi berat badan naik karena puasa. (freepik.com) - Image

Ilustrasi berat badan naik karena puasa. (freepik.com)

JawaPos.com – Perubahan pola makan dan aktivitas sehari-hari saat umat muslim menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan, kerap dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Hal itu bisa menimbulkan kegundahan bagi sebagian orang.

Sebab, saat berpuasa, metabolisme tubuh juga mengalami perubahan. Tubuh menggunakan cadangan energi dari glikogen dan lemak untuk beraktivitas.

Jika pola makan dan gaya hidup tidak dikontrol dengan baik, maka berat badan bisa naik ataupun turun secara drastis.

Lantas, bagaimana agar berat badan tetap stabil selama Ramadhan? Simak beberapa tips dari Ahli Gizi Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh:

1. Kurangi makanan tinggi gula dan lemak

Perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali, yaitu saat sahur dan berbuka, harus dibarengi dengan adanya asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Salah satunya dengan mengurangi makanan atau minuman tinggi gula dan lemak berbuka. Lailatul menuturkan bahwa kebiasaan berbuka dengan gorengan dan minuman manis dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Saat berbuka puasa, sebaiknya hindari makanan tinggi gula, gorengan agar tubuh tidak mengalami lonjakan gula darah, dehidrasi, atau gangguan pencernaan," tutur Lailatul di Surabaya, Selasa (4/3).

Ia menyarankan agar berbuka puasa diawali dengan air putih dan kurma untuk mengembalikan energi. Lalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, sayur, dan buah.

2. Tetap aktif agar metabolisme stabil

Selain menjaga pola makan, Lailatul menekankan pentingnya beraktivitas agar metabolisme tetap stabil. Jika terlalu pasif, maka metabolisme akan melambat dan berisiko pada kenaikan berat badan.

“Oleh karena itu, penting untuk tetap aktif agar tubuh tetap bugar. Apabila tidak melakukan aktivitas fisik alias malas bergerak (mager), bukan tidak mungkin berat badan dapat meningkat,” jelasnya.

3. Cukupi kebutuhan cairan

Dehidrasi menjadi risiko lain yang harus diwaspadai saat puasa. Lailatul menyarankan agar masyarakat memastikan asupan cairan tercukupi dengan minum air putih secara cukup saat sahur dan berbuka.

Lailatul menuturkan bahwa perubahan pola makan saat berpuasa juga memberikan manfaat kesehatan apabila dilakukan dengan baik, seperti detoksifikasi tubuh, pengelolaan berat badan, dan peningkatan kesehatan metabolik.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore