Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Maret 2025 | 16.33 WIB

3 Rahasia Penting Menunaikan Tarawih: Ampunan, Lailatul Qadar, dan Kedamaian Hati

Ilustrasi sholat sunnah tarawih. (Freepik)

JawaPos.com - Salat Tarawih adalah salah satu ibadah yang menjadi ciri khas bulan Ramadhan. Setiap malam, umat Islam berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikannya, baik secara berjamaah maupun sendiri di rumah.

Namun, apakah kita benar-benar memahami rahasia di balik ibadah yang begitu dianjurkan ini? Dilansir dari laman YouTube Adi Hidayat Official, ada tiga keutamaan luar biasa dari salat Tarawih yang seharusnya tidak kita lewatkan.

Tidak hanya sebagai ibadah tambahan, Tarawih memiliki peran besar dalam menghapus dosa, membuka peluang mendapatkan Lailatul Qadar, serta memberikan kedamaian hati bagi yang menunaikannya dengan penuh kekhusyukan.

Sebagian orang mungkin menganggap Tarawih hanya sekadar rutinitas ibadah malam yang dilakukan karena kebiasaan.

Padahal, Rasulullah Saw secara khusus menegaskan bahwa siapa pun yang menunaikan ibadah malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan kepada Allah, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah Saw bersabda, "Man qāma Ramadhāna imanan wahtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dhanbih."

Artinya, siapa yang menegakkan ibadah malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Ini adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk membersihkan diri dari kesalahan yang telah kita lakukan sebelumnya.

1. Tarawih adalah Jalan Menuju Ampunan Allah

Salah satu rahasia besar dari salat Tarawih adalah peluang besar untuk mendapatkan ampunan Allah. Dalam hadis yang telah disebutkan sebelumnya, Rasulullah Saw menggunakan redaksi yang mirip dengan keutamaan puasa di siang hari.

Artinya, ampunan tidak hanya terbuka bagi mereka yang berpuasa, tetapi juga bagi mereka yang menghidupkan malam dengan ibadah.

Dengan kata lain, ibadah siang dan malam di bulan Ramadhan saling melengkapi. Jika seseorang hanya berpuasa di siang hari tetapi mengabaikan Tarawih di malam hari, maka ia telah melewatkan kesempatan besar untuk menyempurnakan ibadahnya.

Para ulama menegaskan bahwa orang yang berpuasa tetapi tidak menunaikan ibadah malam bagaikan seseorang yang bekerja keras di siang hari, tetapi melewatkan kesempatan untuk menerima upahnya di malam hari.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore