Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Februari 2025 | 02.55 WIB

10 Amalan Sunnah untuk Menambah Pahala yang Dianjurkan Selama Ramadhan

Umat muslim melakukan aktivitas membaca alquran dan beristirahat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024). - Image

Umat muslim melakukan aktivitas membaca alquran dan beristirahat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024).

JawaPos.com - Bulan Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat Islam di dunia. Keistimewaannya tidak hanya terletak pada kewajiban menjalankan ibadah puasa, juga pada berbagai amalan sunnah yang dapat memperkaya pahala.

Di bulan yang suci ini, setiap ibadah yang dilakukan akan mendapatkan ganjaran berlipat ganda dari Allah SWT. maka dari itu berikut ini adalah 10 amalan sunnah berdasarkan laman NU Online yang biasa anda lakukan untuk menambah pahala.

1. Makan Sahur

Sahur adalah salah satu sunnah yang dianjurkan sebelum menjalankan puasa, meskipun hanya dengan seteguk air. Rasulullah SAW bersabda:

"Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan." (HR al-Bukhari)

Waktu sahur yang terbaik adalah menjelang fajar, namun tidak terlalu mendekati waktu subuh agar tidak memasuki waktu yang meragukan.

2. Menyegerakan Berbuka

Berbuka puasa sebaiknya dilakukan segera setelah matahari terbenam. Sunnahnya adalah berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada, maka dengan kurma kering (tamr), dan jika tidak tersedia, bisa dengan air putih. Rasulullah SAW bersabda:

"Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, hendaklah ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air, karena air itu mensucikan." (HR Abu Dawud)

3. Membaca Doa Berbuka

Saat berbuka puasa, dianjurkan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ.

"Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftartu, wa bika amantu, wa bika ‘alaika tawakkaltu. Dzahaba al-dzama’u, wabtalatil-‘uruqu, wa tsabatal-ajru insya Allah."

Artinya: "Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dahaga telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah."

4. Mandi Besar Sebelum Fajar

Bagi yang dalam keadaan junub, haid, atau nifas, dianjurkan untuk mandi besar sebelum terbit fajar agar dapat menjalankan ibadah dalam keadaan suci.

Dengan mandi besar, seseorang dapat menjalankan shalat dan ibadah lainnya dalam keadaan suci serta merasa lebih segar dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

5. Menjaga Lisan

Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia, seperti berbohong, mengumpat, atau berkata kasar. Hal ini agar puasa tidak kehilangan pahala.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore