
Drifter profesional Dipo Dwiki ungkap aktivitas saat Lebaran.
JawaPos.com - Hari kemenangan telah tiba. Umat muslim di seluruh dunia suka cita merayakan Idul Fitri 1444 Hijriah. Ada yang berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, ada yang pergi berlibur, dan banyak kegiatan berlebaran lainnya.
Soal momen Lebaran, setiap yang merayakannya pasti punya cerita berbeda. Suku, asal daerah, dan kebiasaan orang tua menjadi beberapa hal yang membuat Lebaran selalu menjadi momen seru melakukan kegiatan tertentu.
Cerita ini juga dibagikan oleh seorang drifter profesional bernama Dipo Dwiki. Dipo dikenal sebagai drifter profesional dari Garasi Drift, channel YouTube yang membuat konten-konten seputar drift dan motorsports lainnya. Dipo berpartner dengan sang adik yakni Ziko Harnadi.
Berbagi kisah mengenai momen Lebaran, Dipo menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19 melanda tiga tahun terakhir ini, hal tersebut membuatnya jadi memiliki kebiasaan Berlebaran yang baru. Selain jelas Lebaran Idul Fitri baginya adalah waktunya untuk mengunjungi dan bersilaturahmi ke rumah orang tua.
"Yang selalu dilakukan setiap Lebaran khususnya untuk keluarga besar gue. Gue setiap mau Lebaran, kan sudah banyak waktu luang, sudah banyak libur, nah itu gue belajar masak. Itu gue lakukan beberapa tahun terakhir," jelas Dipo kepada JawaPos.com saat ditemui di sirkuit Drift di kawasan Karawaci, Tangerang.
Dipo melanjutkan, kebiasaan tersebut sudah beberapa tahun ini dilakukan. Selain memang untuk mengusir jenuh karena kesibukan drift dan olah raga luar ruang berukurang karena pandemi, hal tersebut juga dimaksudkan untuk mengasah skill dan kemampuannya.
"Sudah beberapa tahun ini gue selalu masak. Nah, nanti masakan gue dibawa saat berkumpul dengan keluarga besar saat Lebaran. Enak nggak enak, pokoknya semua harus coba. Harus makan," katanya sembari tertawa.
Saat itu, waktu pandemi Covid-19 masih ganas-ganasnya, Dipo bercerita kalau semuanya harus jadi serba bisa dan kreatif. Makanya dirinya memutuskan belajar memasak.
"Itu kebiasaan Lebaran gue selama beberapa tahun terakhir ini, terlebih saat pandemi Covid-19. Kita harus jadi lebih kreatif. Nah, kreatifnya gue lari ke masak, jadi senang masak, dibawa untuk dicoba keluarga saat berkumpul. So far sih, kata mereka, masakan gue enak," terang Dipo.
Kebiasaan-kebiasaan yang selalu dilakukan bersama keluarga dan nggak boleh hilang lainnya adalah Salat Ied bersama. Kebetulan, kata Dipo, keluarganya memang tidak melakukan perjalanan Mudik lantaran semua keluarga besarnya sudah di Jakarta.
"Jadi setelah itu kita wajib kumpul di rumah gue sebagai markas saat Lebaran. Setelah kita kumpul, makan-makanan khas, yang wajib kita lakukan adalah hangout sama keluarga besar. Vakansi bareng-bareng," tutur Dipo.
Kenapa wajib pergi bareng-bareng? Karena diluar momen Lebaran, sebabb kesibukan masing-masing, walaupun dekat secara jarak, dirinya dan keluarga relatif jarang berjumpa. "Dengan Lebaran, dan mereka jarang ada yang Mudik, ya itu kita maksimalkan buat quality time sama keluarga, jalan-jalan, hangout bareng," katanya melanjutkan.
Lebih jauh mengenang momen Lebaran lainnya, Dipo yang merupakan keturunan Jawa-Pontianak ini punya kenangan waktu dia kecil. Kalau dari Pontianaknya sendiri, sebagai keturunan Pontianak, ada masa dimana dia ikut pulang kampung dan melakukan kegiatan seru di kampung halaman orang tuanya.
"Keluarga gue relatif jarang pulang kampung. Jadi secara tradisi sudah nggak ada yang dibawa. Karena semua sudah lama di Jakarta. Tapi satu momen yang gue inget waktu kecil, waktu Lebaran di Pontianak adalah disana tidak main petasan. Tapi main meriam," kenang Dipo.
"Itu berkesan banget, sih. Itu kita main meriam di pinggir-pinggir Sungai Kapuas, itu seru banget. Gue nggak tahu sekarang masih ada nggak tradisi begitu, tapi itu ngangenin banget sih," ungkap Dipo semringah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
