Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 April 2023 | 22.05 WIB

Warga Wajib Tahu, Ini Tips Mudik Aman dan Lancar Gunakan Kapal Laut

Ilustrasi: Armada kapal laut menjadi salah satu transportasi pilihan untuk perjalanan Mudik dan Balik di momen Lebaran. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos). - Image

Ilustrasi: Armada kapal laut menjadi salah satu transportasi pilihan untuk perjalanan Mudik dan Balik di momen Lebaran. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos).

JawaPos.com - Kapal laut menjadi salah satu moda transportasi yang digunakan warga untuk kegiatan mudik. Meski peminatnya tak setinggi yang memakai kendaraan pribadi maupun kereta api, kapal laut tetap menjadi alternatif yang cukup banyak diminati.
 
Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Besar Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC), Kapten Marcellus Hakeng Jayawibawa mengatakan, agar perjalanan selama mudik terasa aman dan nyaman ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi pemudik dan pengelola angkutan laut. Sebab, ada hal berbeda dengan perjalanan melalui jalur darat maupun udara.
 
"Persiapkan tiket untuk pergi dan pulang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Foto fisik tiket sekira nanti diperlukan dan simpan  fisik tiket di tempat yang mudah ditentukan dan tidak hilang. Sebab tiket tersebut sebagai alat bukti yang sah bagi penumpang ketika hendak menaiki kapal dan sebagai bukti untuk mengklaim asuransi ketika sesuatu hal yang tidak diinginkan menimpa kapal,” ujar Marcellus kepada wartawan, Kamis (20/4).
 
 
Perjalan melalui laut bisa terjadi berjam-jam, bahkan berhari-hari. Karena itu perlu persiapkan fisik dan kesehatan yang baik bagi para penumpang.
 
"Ada kemungkinan di tengah perjalanan Anda merasa mabuk laut. Karena itu perlu untuk Anda menyediakan obat yang biasa dipakai untuk mengatasi mabuk selama perjalanan. Selain itu usahakan sebelum perjalanan isi perut Anda dengan makanan secukupnya. Perut yang kosong akan lebih mudah memicu rasa mual yang mengakibatkan Anda ingin muntah," jelasnya.
 
Tips lain agar perjalanan mudik terasa nyaman adalah dengan membawa barang keperluan  seperlunya. Kondisi kapal saat mudik biasanya akan penuh oleh penumpang.
 
"Saya sarankan bagi penumpang untuk membawa barang keperluan seperlunya saja. Hindari membawa barang berlebihan, misalnya Anda membawa barang hingga beberapa tas atau kardus. Barang bawaan yang berlebihan selain akan menyulitkan Anda untuk dibawa masuk ke kapal juga akan merepotkan saat penyimpanan dan akan lebih menguras tenaga Anda," imbuh Hakeng. 
 
 
Selain itu, pemudik juga diminta membawa obat-obatan pribadi untuk mengatasi pusing atau demam, diare dan lain-lain."Perlu disiapkan obat-obat untuk mengantisipasi keadaan seperti demam, pusing, diare, dan lainnya. Obat-obatan ini  baiknya disimpan dan dipisahkan pada tempat yang mudah dijangkau, sehingga Anda tidak perlu kerepotan saat mencarinya," ungkapnya
 
Tips mudik naik kapal laut lainnya adalah pemilihan tempat duduk yang dapat membuat nyaman selama perjalanan. Bagi pemudik yang gampang mual disarankan untuk memilih lokasi duduk di tengah kapal. 
 
"Hal ini untuk menghindari guncangan dari kapal saat melewati ombak. Nikmati saja alunan ombak tersebut, jangan dilawan, karena kalau dilawan justru akan lebih membuat kita lebih cepat mabuk laut, anggap saja kita sedang main ayunan saat kapal sedang mengalun karena ombak," kata Hakeng.
 
 
Lalu, hal lain yang harus sangat diperhatikan menurut pendiri dari Perkumpulan Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI) ini adalah para penumpang kapal laut untuk tidak berada di dek kapal yang diperuntukan sebagai area penampungan kendaraan. 
 
"Lokasi ini akan membahayakan keselamatan diri sendiri. Sebab guncangan akibat gelombang akan lebih terasa besar dan kendaraan yang berada di area tersebut dapat bergoyang bahkan bergerak/bergeser. Sehingga potensi risiko anda terjepit juga sangat besar," tutur Hakeng.
 
Selanjutnya karena perjalanan biasa berjalan lama, pemudik disarankan membawa bekal makanan dan minuman tahan lama. Meskipun kapal menyediakan pembelian makanan dan minuman, tapi dengan membawa sendiri bisa lebih menghemat biaya.
 
"Sebaiknya tidak membawa makanan yang berkuah atau bersantan bagi anda yang menempuh perjalanan hingga berhari-hari. Jangan lupa juga untuk membawa air mineral yang cukup selama perjalanan," ungkapnya.
 
 
Untuk sampah bekas makanan dan minuman dilarang dibuang ke laut. Pihak kapal selalu menyediakan tempat sampah.
 
 "Kemudian untuk penumpang disarankan untuk hanya merokok diarea yang sudah diperuntukkan di atas kapal. Jangan pula membuang puntung rokok yang masih menyala ke dalam tempat sampah. Sebab puntung rokok yang menyala dapat memicu terjadinya kebakaran," ujar Marcellus.
 
Hal lain yang perlu menjadi perhatian dari penumpang kapal adalah terkait panduan keselamatan kapal. "Pelajari panduan keselamatan yang ada di atas kapal. Perhatikan di mana letak jalur evakuasi, cara menggunakan jaket pelampung. Jangan abaikan penjelasan yang diberikan oleh awak kapal," tandasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore