Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 April 2023 | 19.31 WIB

Cerita Pemudik Terkena Macet, Dari Jaksel ke Cikampek Utama Butuh 7 Jam Perjalanan

Kepadatan antrean kendaraan saat memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama. (Istimewa) - Image

Kepadatan antrean kendaraan saat memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama. (Istimewa)

JawaPos.com - Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi membagikan pengalaman mudiknya ke wilayah Jawa. Saking macetnya ruas tol Jakarta-Cikampek dia mengalihkan rute ke jalur arteri Pantura.

"Tadi keluar tol sejak dari Jati Warna karena macel pol dan ada yang mau ke toilet. Terus lewat jalur Pantura, menghindari MBZ yang emang ditutup, sampai ketemu tol Cikampek. Mudik yang macet benar-benar terasa hari ini," kata Ismail saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (20/4).
 
Perjalanan lewat jalur arteri pun tak terhindarkan dari macet. Ismail bersama rombongan butuh waktu 7 jam untuk sampai di KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama dari Jakarta Selatan. Padahal waktu tempuh normal tidak lebih dari 2 jam. 
 
 
"Alhamdulillah akhirnya sampe Cikampek Utama. Dari Jagakarsa ke sini butuh 7 jam," imbuhnya.
 
Setelah gerbang tol Cikampek Utama memasuki Cipali, mulai diberlakukan one way. Seluruh lajur pun padat merayap. 
 
"Sejak KM 90an sudah lancar. Tersendat dikit pas lewat rest area karena banyak mobil yang selow down dan parkir di pinggir jalan," pungkas Ismail.
 
Sementara itu, Korlantas Polri membantah adanya kemacetan para pada Kamis (20/4) dini hari di ruas tol Jakarta-Jakarta-Cikampek. Arus lalu lintas dipastikan berjalan meskipun terjadi lonjakan kendaraan pemudik.
 
 
"Nggak ada macet, semuanya masih berjalan," kata Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Eddy Djunaedi saat dihubungi JawaPos.com.
 
Menurut Eddy, saat ini masih diberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contra flow di KM 36 dan KM 47. Sedangkan untuk one way dimulai dari KM 70 sampai dengan KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung. 
 
Selain itu, mantan Dirlantas Polda Jawa Barat itu juga membantah jika tol layang Mohamed bin Zayed (MBZ) sempat ditutup. "Nggak (ada penutupan MBZ), ditutup kecuali ada gangguan atau kecelakaan," jelasnya.
 
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memprediksi gelombang mudik Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah sudah mulai terlihat sejak Jumat (14/4). Lalu puncaknya saat dimulainya cuti bersama pada 19 April 2023.
 
 
"Diperkirakan yang pertama arus mudik yaitu diprediksikan tanggal 14 April 2023 yang kedua pada waktu tanggal 18-19 April 2023," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Jumat (14/4).
 
Untuk arus balik juga diprediksi terjadi dua gelombang. Pertama yakni tanggal 25-26 April 2023 sebagai puncak arus balik gelombang pertama.
 
"Kemudian pada gelombang kedua diperkirakan akan menuju Jakarta tanggal 30 April 2023 hingga 1 Mei 2023," imbuh Trunoyudo. 
 
Untuk mengantisipasi periode mudik dan arus balik itu, Polda Metro Jaya mendirikan pos pengamanan dan pelayanan di DKI Jakarta maupun wilayah aglomerasi seperti Depok, Bekasi dan Tangerang. "Pos pengamanan arus mudik dan arus balik ada 37 titik pos pengamanan," ucap Trunoyudo. 
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore