Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 April 2024 | 04.15 WIB

Hukum, Tata Cara, dan Niat Sholat Idul Fitri 1445 H, Umat Muslim Wajib Simak Penjelasan Lengkapnya

ILUSTRASI. Sholat Ied di Masjid Istiqlal, Jakarta. - Image

ILUSTRASI. Sholat Ied di Masjid Istiqlal, Jakarta.

JawaPos.com - Sebagai momen puncak setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, Hari Raya Idul Fitri tak hanya menjadi perayaan kemenangan atas diri sendiri, tetapi juga sebuah ajang untuk mempererat tali silaturahmi di antara sesama. Hal yang pertama kali dilakukan saat hari raya tiba ialah Sholat Idul Fitri.

Sholat Idul Fitri, menjadi salah satu ibadah yang sering diutamakan ketika merayakan kemenangan Ramadhan. Namun, bagaimana hukum sebenarnya dari sholat Idul Fitri ini, apakah wajib atau sunnah? Dan bagaimana Tata cara serta niat sholat Idul Fitri? Mari kita bahas lebih lanjut.

Dilansir dari laman resmi NU Online, hukum sholat ied, baik itu sholat idul fitri ataupun sholat idul adha ialah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Sebagaimana telah diterangkan dengan jelas dalam kitab “Fathul Qarib”:

“Shalat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) adalah sunnah muakkadah bagi orang yang ada di rumah maupun di perjalanan, merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan baik yang cantik maupun yang tidak modis.”

Sholat Idul Fitri adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan pada hari pertama bulan Syawal. Disarankan untuk melaksanakannya secara berjamaah, sesuai dengan pandangan dan anjuran dari ulama-ulama dari mazhab Syafi'i.

Dalam Nihayatuz Zein, Syekh Nawawi juga menguraikan bahwa waktu pelaksanaan shalat dua Hari Raya (Idul Adha dan Idul Fitri) telah ditetapkan dan dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah. Shalat Ied disyariatkan secara khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Berikut niat sholat Idul Fitri yang dilakukan secara berjamaah:

Niat sebagai imam:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah ta'ala."

Niat sebagai makmum:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah ta'ala."

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore