
Salah satu keluarga di Duduksampeyan, Gresik yang melestarikan tradisi tinjo menjelang Lebaran Idul Fitri. /Arini/Radar Gresik
JawaPos.com - Tradisi tinjo atau yang biasa disebut juga sebagai tinju merupakan kebiasaan turun-temurun yang dilakukan oleh warga di Kabupaten Gresik sebagai salah satu wujud penghormatan dan kasih sayang kepada anggota keluarga yang lebih tua.
Setiap menjelang Lebaran Idul Fitri seperti saat ini, tradisi tinjo selalu punya makna tersendiri bagi warga.
Penerapan tradisi tinjo ini dilakukan warga dengan membagi-bagikan bingkisan berupa makanan kepada anggota keluarga yang lebih tua seperti bapak/ibu, mertua, paman, maupun kakek/nenek.
Bingkisan makanan tersebut biasanya berisi bahan makanan mentah, ikan bandeng, susu, gula, sirup, atau yang lainnya.
Salah seorang warga yang turut melestarikan tradisi tinjo ini adalah Hj. Nur, warga asal Desa Kawistowindu, Duduksampeyan, Gresik.
Menurutnya, tradisi tinjo ini telah dilakukan warga sejak zaman dulu dan secara turun-temurun masih dilaksanakan hingga kini.
“Mulanya dari orang tua zaman dulu yang selalu membagikan barang atau makanan kepada saudara yang lebih tua. Biasanya tinjo dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri,” ujar Nur seperti dilansir dari Radar Gresik (JawaPos Group).
Ia menyampaikan bahwa tradisi tinjo ini baginnya bukan hanya sekadar berbagi makanan. Sebab, tradisi ini mempunyai makna yang lebih dalam lagi.
Lebih tepatnya tradisi ini merupakan simbol pengingat datangnya hari kemenangan dan menjadi momen untuk semakin mempererat tali silaturahmi antar keluarga.
“Tradisi ini mengingatkan kita agar saling menghormati dan menyayangi antar keluarga. Selain itu juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan kekeluargaan,” kata dia.
Menurutnya, warga Kawistowindu, Duduksampeyan, Gresik selalu menantikan momen tradisi tinjo ini setiap tahunnya.
Karena bagi mereka tradisi ini bukan sekadar kebiasaan semata, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan budaya masyarakat.
Tradisi ini bukan hanya dilakukan di Desa Kawistowindu saja, tetapi juga Sebagian besar warga Gresik melakukannya.
Maka dari itu, dengan masih lestarinya tradisi tinjo ini sudah seharusnya menjadi alasan semakin eratnya hubungan antar keluarga dan semakin menguatkan nilai-nilai kekeluargaan di lingkungan bermasyarakat.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
