Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 April 2024 | 14.40 WIB

Mengenal Tinjo, Tradisi Turun Temurun untuk Perkuat Silaturahmi Antar Keluarga Jelang Lebaran Idul Fitri Asal Kabupaten Gresik

Salah satu keluarga di Duduksampeyan, Gresik yang melestarikan tradisi tinjo menjelang Lebaran Idul Fitri. /Arini/Radar Gresik - Image

Salah satu keluarga di Duduksampeyan, Gresik yang melestarikan tradisi tinjo menjelang Lebaran Idul Fitri. /Arini/Radar Gresik

JawaPos.com - Tradisi tinjo atau yang biasa disebut juga sebagai tinju merupakan kebiasaan turun-temurun yang dilakukan oleh warga di Kabupaten Gresik sebagai salah satu wujud penghormatan dan kasih sayang kepada anggota keluarga yang lebih tua.

Setiap menjelang Lebaran Idul Fitri seperti saat ini, tradisi tinjo selalu punya makna tersendiri bagi warga.

Penerapan tradisi tinjo ini dilakukan warga dengan membagi-bagikan bingkisan berupa makanan kepada anggota keluarga yang lebih tua seperti bapak/ibu, mertua, paman, maupun kakek/nenek.

Bingkisan makanan tersebut biasanya berisi bahan makanan mentah, ikan bandeng, susu, gula, sirup, atau yang lainnya.

Salah seorang warga yang turut melestarikan tradisi tinjo ini adalah Hj. Nur, warga asal Desa Kawistowindu, Duduksampeyan, Gresik.

Menurutnya, tradisi tinjo ini telah dilakukan warga sejak zaman dulu dan secara turun-temurun masih dilaksanakan hingga kini.

“Mulanya dari orang tua zaman dulu yang selalu membagikan barang atau makanan kepada saudara yang lebih tua. Biasanya tinjo dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri,” ujar Nur seperti dilansir dari Radar Gresik (JawaPos Group).

Ia menyampaikan bahwa tradisi tinjo ini baginnya bukan hanya sekadar berbagi makanan. Sebab, tradisi ini mempunyai makna yang lebih dalam lagi.

Lebih tepatnya tradisi ini merupakan simbol pengingat datangnya hari kemenangan dan menjadi momen untuk semakin mempererat tali silaturahmi antar keluarga.

“Tradisi ini mengingatkan kita agar saling menghormati dan menyayangi antar keluarga. Selain itu juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan kekeluargaan,” kata dia.

Menurutnya, warga Kawistowindu, Duduksampeyan, Gresik selalu menantikan momen tradisi tinjo ini setiap tahunnya.

Karena bagi mereka tradisi ini bukan sekadar kebiasaan semata, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan budaya masyarakat.

Tradisi ini bukan hanya dilakukan di Desa Kawistowindu saja, tetapi juga Sebagian besar warga Gresik melakukannya.

Maka dari itu, dengan masih lestarinya tradisi tinjo ini sudah seharusnya menjadi alasan semakin eratnya hubungan antar keluarga dan semakin menguatkan nilai-nilai kekeluargaan di lingkungan bermasyarakat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore