Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Maret 2024 | 01.34 WIB

Rumusan Al Ghazali Terkait Jatuhnya Malam Lailatul Qadar

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Setiap hari pada bulan Ramadhan adalah hari yang istimewa. Pada bulan ini, Allah berjanji melipatgandakan pahala dari atas suatu kebaikan yang dikerjakan oleh seorang Muslim dan Muslimah.

Maka dari itu, kita sebaiknya mengupayakan dengan sungguh sungguh untuk memperbanyak amalan kebaikan dengaan harapan mendapatkan banyak pahala, kebaikan, dan keberkahan untuk tujuan meraih ridha Allah SWT.

Meski hari-hari di bulan Ramadhan adalah hari yang istimewa, ada satu malam atau hari yang jauh lebih istimewa, bahkan dijanjikan oleh Allah lebih baik dari 1.000 bulan. Malam itu adalah malam lailatul qadar.

Pada malam lailatul qadar, para malaikat turun dengan membawa kebaikan, rahmat, dan keberkahan. Selain itu, orang yang melaksanakan sholat atau ibadah pada malam lailatul qadar, dosa-dosanya dijanjikan akan diampuni Allah SWT.

Terkait kapan datangnya malam lailatul qadar, tidak ada yang dapat memastikannya. Malam yang satu ini sengaja dirahasiakan oleh Allah agar kita berlomba-lomba melakukan ibadah dan memperbanyak amalan kebaikan sepanjang bulan suci Ramadhan.

Ada ulama berpendapat bahwa malam lailatul qadar datangnya pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Ada juga ulama berpendapat malam lailatul qadar jatuh pada malam pertama bulan Ramadhan, malam ke-17 Ramadhan, 10 malam pertengahan Ramadhan, malam ke-19, dan lain-lain.

Imam Al Ghzali memperkirakan malam lailatul qadar jatuh pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Al Ghazali yang merupakan ulama, filsuf, sekaligus teolog muslim Persia itu bahkan memberikan rumusan prediksi kapan jatuhnya malam lailatul qadar, di dalam kitab Ihya Ulumudin.

Dikutip dari buku SKIA (Syarat-syarat Kecakapan Ibadah Amaliya) yang dikeluarkan Pondok Pesantren Annuqayah latee, Al Ghazali menyatakan bahwa malam lailatul qadar jatuhnya sesuai dengan jatuhnya hari pertama bulan Ramadhan.

Jika tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, malam lailatul qadar akan jatuh pada malam 29 Ramadhan.

Apabila hari pertama Ramadhan jatuh pada pada hari Senin, malam lailatul Qadar jatuh pada tanggal 21 Ramadhan.

Apabila tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Selasa atau Jumat, malam lailatul qadar jatuh pada 27 Ramadhan.

Apabila hari pertama Ramadhan jatuh pada hari Kamis, malam lailatul qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan.

Apabila hari pertama Ramadhan jatuh pada malam Sabtu, malam lailatul qadar jatuh pada malam 23 Ramadhan.

Rumusan Imam Al Ghazali di atas sekali lagi hanyalah prediksi atau bukan merupakan suatu kepastian. Namun yang pasti, kehadiran lailatul qadar memiliki sejumlah tanda.

Beberapa tandanya yaitu pada malam lailatul qadar tidak turun hujan, panas matahari pada keesokan harinya tidak terlalu terik, sinarnya putih dengan langit sedikit berawan, dan perasaan kita pada waktu malam lailatul qadar terasa lebih tenang dan tenteram.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore