Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Maret 2024 | 21.24 WIB

Suka Cita Sambut Ramadhan, Khofifah Sebut Momentum Tingkatkan Kualitas Ibadah dan Kesalehan Sosial

 

Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

JawaPos.comKhofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat bersuka cita menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1445 H. Ramadhan bukan sekadar mengendalikan waktu makan dan minum. Lebih dari itu bulan yang lebih baik dari seribu bulan itu adalah momen untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ibadah umat Islam dan meningkatkan kesalehan sosial.

”Alhamdulillah, kita segera bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan 1445 H. Bulan istimewa dimana umat Islam dianjurkan menebar kebaikan karena bulan puasa adalah syahrur rahmah,” terang Khofifah yang juga Ketua PBNU dan Ketua Umum PP Muslimat NU.

”Secara hakikat puasa Ramadhan tak hanya soal pengendalian waktu makan dan minum, atau menghindari larang sebagaimana dalam fikih puasa. Lebih dari itu, Ramadhan erat hubungannya dengan peningkatan bathin, kesalehan sosial di mana kita harus lebih santun, lebih cinta kepada fuqoro dan masakin,” imbuh dia.

Dia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya, pada Ramadhan meningkatkan amal dengan memberi teladan untuk berbagi kepada sesama. Baik dalam bentuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta kebaikan lainnya.

Menurut catatan Baznas potensi zakat di Indonesia pada 2022 sekitar Rp 327 triliun. Jawa Timur memiliki 36 juta penduduk beragama Islam memiliki potensi zakat Rp 36 triliun. Dari potensi itu, rata-rata per tahun tergali sekitar 10 persen.

Melalui bulan puasa, lanjut penerima Honorary Award for Global Peace and Women Empowerment atau Perdamaian Global dan Pemberdayaan Perempuan dari Minhaj-Ul-Quran International itu, Allah SWT memberi kesempatan kaum muslimin untuk meningkatkan solidaritas sosial, memberikan bantuan kepada mereka yang lebih membutuhkan secara sukarela dilandasi kemanusiaan tanpa pamrih dengan pahala yang berlipat ganda.

Ramadhan menurut dia, bisa menciptakan kultur gotong-royong dan keceriaan dalam berbagi. Ramadhan adalah tarbiyah untuk bersedekah, sekolah yang efektif untuk menyapa mereka yang tidak berpunya. 

”Bagi saya, Ramadhan sangat erat dengan visi dan misi serta amanat memimpin Jawa Timur. Kami diamanati pemerintah untuk menjadikan semua bulan laksana Ramadhan sebagaimana Undang-Undang No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, kami menangani berbagai masalah sosial masyarakat berkembang cukup pelik. Bahkan masalah tersebut secara kualitatif dan kuantitatif cenderung mendalam dan meluas spektrumnya di provinsi besar untuk menopang kejayaan Indonesia,” ujar Khofifah.

”Semangat Ramadhan bisa meningkatkan virus positif filantropisme yaitu semangat atau kesadaran mendekati Sang Pencipta dengan jalan memberi, mencintai orang papa dan membantu sesama. Inilah esensi Ramadhan sekaligus makna hakiki berpuasa, meningkatkan empati sosial,” ujar dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore