
Pengunjung bazar Ramadan Mega Legenda berjubel di hari pertama, Sabtu (27/5). Ratusan pedagang di sini menjual beragam lauk pauk dan jajanan tradisional hingga minuman segar.
JawaPos.com - Bagi wisatawan ataupun turis yang ingin mencari makanan asli citarasa Indonesia, mereka memilih mencari pasar kuliner selama Ramadan.
Selain harganya terjangkau rasanya asli dan diproduksi oleh orang Indonesia tanpa campuran olahan citarasa lainnnya. Sehingga keberadaan pasar atau bazar selama Ramadan di sore hari menjelang waktu berbuka menjadi salah satu tujuan menarik bagi wisatawan mancanegara (wisman).
Pada bazar ini biasanya banyak muncul beragam keunikan makanan ataupun santapan. Keadaan ini menjadi destinasi wisata tersendiri bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Seperti yang dilakukan Kevin, pria asal Skotlandia yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Thailand. Dia memilih sengaja datang ke Batam saat Ramadan tiba.
Menurutnya, Indonesia terkenal akan masakannya yang enak. "Kalau Ramadan makanan enak-enak banyak dijual," ujar Kevin seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (28/5).
Kevin sampai di Batam sejak Jumat (26/5) lalu yang menyeberang dari Singapura. Pria yang pasif berbahasa Indonesia ini, tidak hanya tertarik dengan beragam kuliner yang lezat, tapi juga dengan harganya yang murah. "Very very affordable (sangat sangat terjangkau)," ungkapnya yang datang sendiri tanpa didampingi tour guide.
Pria bertubuh pendek namun berbadan cukup berisi ini mengaku akan berada di Batam selama tiga hari ke depan, hanya untuk berwisata kuliner. Menariknya, dia hanya akan menikmati jajanan Ramadan yang ada di pasar terbuka saja. "Karena hanya makanan di sana (bazar) yang asli citarasa Indonesia," tuturnya sembari berlalu.
Cerita serupa juga diungkapkan Nora yang memiliki banyak rekan traveller dari berbagai negara. Pada ramadan tahun ini Nora juga akan menyambut kedatangan dua rekannya dari Inggris dan Prancis.
Nora menyebut, kedua rekannya itu Chris dari Inggris dan Betris asal Prancis akan berwisata Ramadan di Batam. "Mereka bilang ingin merasakan suasana Ramadan di Indonesia, bagaimana buka puasa dan makan sahur," jelas wanita Muslim kelahiran Sumatera Barat ini.
Di sisi lain, lanjutnya, mereka juga akan melihat peradaban budaya masyarakat Batam saat Ramadan. "Dari bersikap toleransi, aktivitas beribadah ke masjid, dan aktivitas lainnya," papar Nora yang akan mendampingi perjalanan dua rekannya itu selama lima hari ke depan.
Begitulah Ramadan. Bazar kuliner dan bazar lainnya, bunyi beduk atau sirine, buka puasa, tarawih, sahur, hingga mudik, sudah menjadi kekhasan Ramadan. Karena, kegiatan ini hanya identik hadir dalam sebulan itu saja.
Maka Ramadan tidak hanya menjadi sambutan hangat umat Muslim, tapi semua masyarakat bisa ikut merasakan kemeriahannya.(nji/she/iil/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
