Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Juni 2017 | 11.30 WIB

Bagikan Zakat Mal Rp 1,4 M di Masjid Muhammad Cheng Ho

SABAR: Ribuan penerima zakat mal mengantre di halaman depan Masjid Cheng Ho dengan tertib. Masing-masing menerima Rp 70 ribu. - Image

SABAR: Ribuan penerima zakat mal mengantre di halaman depan Masjid Cheng Ho dengan tertib. Masing-masing menerima Rp 70 ribu.

JawaPos.com – Sudah jadi kewajiban umat Islam untuk berzakat. Zakat pun banyak macamnya. Salah satunya zakat mal atau zakat harta. Nilai 2,5 persen dari harta kita adalah hak kaum duafa. Pasangan Dimas Huang dan Siti Fatimah membagikan zakat mal Sabtu (10/6) di Masjid Muhammad Cheng Ho.


Dibantu petugas linmas, Siama menaiki kursi roda. Perempuan 51 tahun itu pernah terjatuh. Akibatnya, dia tidak bisa berjalan hingga sekarang. Bersama menantunya asal Tambak Segaran, dia mengantre untuk mengambil zakat mal. ’’Alhamdulillah mugi-mugi berkah (semoga berkah),’’ ujarnya setelah menerima uang tunai Rp 70 ribu.


Pembagian zakat tersebut menggunakan sistem kupon yang sudah disebar. Selain di Masjid Cheng Ho, pasangan Dimas Huang dan Siti Fatimah membagikan zakat mal di Probolinggo dan Madura. Total ada 21 ribu kupon. Jika satu kupon nilainya Rp 70 ribu, berarti total zakat mal yang dikeluarkan pasangan Dimas Huang dan Siti Fatimah mencapai Rp 1,47 miliar. ’’Kalau dulu pembagian di rumah. Namun sekarang di Masjid Muhammad Cheng Ho biar aman dan tidak berdesak-desakan,’’ kata Fatimah.


Sejak pagi deretan angkot berjejer di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga menuju Masjid Muhammad Cheng Ho. Angkot-angkot itu membawa penerima zakat mal dari berbagai wilayah di Surabaya.


Pembagian kupon zakat mal dibantu Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Dari setiap wilayah kerja, mereka membagikan kupon tersebut sesuai dengan target dan kriteria penerima zakat mal. Antusiasme warga terlihat dari jumlah antrean. Jalur khusus juga disiapkan. Jalur tersebut terdiri atas jalur khusus laki-laki, perempuan, dan lansia. ’’Kalau dulu, pembagian sampai teriak-teriak. Orang-orang berdesakan,’’ ungkap anak ke-9 dari Sukri Adenan itu. Menurut dia, mengeluarkan zakat tidak harus menjadi orang kaya. Orang pun tidak perlu takut menjadi miskin karena mengeluarkan zakat. (gal/c15/oni)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore