
Ilustrasi seorang mengalami gangguan prostat (diperagakan oleh model).(Istimewa)
JawaPos.com - Sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil, aliran urine melemah, atau merasa buang air kecil tidak tuntas kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan pada pria. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), kondisi yang dapat mengganggu kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat.
Dijelaskan oleh dr. Johannes Aritonang, B.MedSc, SpU, DU, FICS dari Mayapada Hospital Kuningan, pembesaran prostat jinak merupakan kondisi yang umum terjadi seiring bertambahnya usia. Ketika ukuran prostat membesar, kelenjar tersebut dapat menekan saluran kemih sehingga menghambat aliran urine.
"Pasien umumnya datang dengan keluhan sering buang air kecil, terutama pada malam hari, aliran urine melemah, harus mengejan saat berkemih, atau merasa masih ada sisa urine setelah selesai berkemih. Keluhan ini kerap diabaikan karena dianggap sebagai proses penuaan yang wajar, padahal dapat menjadi tanda pembesaran prostat yang perlu mendapatkan perhatian medis," jelasnya.
Selain mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, keluhan berkemih akibat pembesaran prostat juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan produktivitas sehari-hari. Tidak sedikit pria yang harus buang air kecil berulang kali pada malam hari sehingga tubuh terasa kurang bugar keesokan harinya. Karena itu, keluhan yang terus berulang sebaiknya tidak diabaikan dan perlu diperiksakan sejak dini agar penyebabnya dapat diketahui serta ditangani sesuai kondisinya.
Kini, pembesaran prostat jinak juga dapat ditangani melalui Rezum Water Vapor Therapy, prosedur minimal invasif yang memanfaatkan energi panas dari uap air untuk membantu mengurangi sumbatan pada saluran kemih akibat pembesaran prostat.
Baca Juga:Mayapada Hospital Jakarta Timur Resmi Dibuka, Ada Layanan Unggulan Bagi Perempuan dan Anak
Prosedur ini dilakukan melalui saluran kemih dengan pemberian uap air secara terukur ke jaringan prostat yang menyebabkan hambatan aliran urine. Jaringan yang telah diterapi kemudian akan diproses dan diserap tubuh secara bertahap sehingga tekanan pada saluran kemih berkurang dan aliran urine dapat membaik.
Selain membantu mengatasi gangguan berkemih akibat pembesaran prostat, salah satu keunggulan Rezum adalah pendekatannya yang dapat membantu mempertahankan fungsi seksual pria, termasuk fungsi ejakulasi. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan bagi pasien dalam memilih terapi yang tidak hanya berfokus pada penanganan kondisi, tetapi juga mendukung kualitas hidup setelah tindakan.
"Rezum bekerja dengan menargetkan jaringan prostat yang menyebabkan sumbatan pada saluran kemih. Karena itu, terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasien tertentu dengan pembesaran prostat jinak, dengan pemilihan tindakan yang disesuaikan berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan masing-masing pasien," ujar dr. Johannes.
Melalui pemeriksaan yang tepat, dokter dapat menentukan penyebab keluhan berkemih sekaligus memilih penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Untuk mendukung layanan yang menyeluruh, Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) memiliki Tahir Uro-Nephrology Center, layanan komprehensif untuk berbagai gangguan ginjal dan saluran kemih, mulai dari deteksi dini, diagnosis, hingga penanganan non-invasif dan minimal invasif.
Layanan ini didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin serta fasilitas diagnostik dan terapi yang komprehensif untuk membantu menangani berbagai gangguan ginjal dan saluran kemih, termasuk pembesaran prostat jinak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022