
PET-CT dan SPECT-CT merupakan teknologi pencitraan canggih yang tidak hanya melihat organ, tetapi juga aktivitas sel dan jaringan tubuh/(istimewa).
JawaPos.com - Masih cemas karena keluhan belum jelas, sementara hasil pemeriksaan belum memberi jawaban pasti? Banyak pasien mengalami kebingungan saat gejala terus terasa, diagnosis berbeda-beda, atau rencana pengobatan belum menunjukkan arah yang jelas. Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan lanjutan yang lebih akurat dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas mendekatkan pada kepastian diagnosis.
PET-CT dan SPECT-CT merupakan teknologi pencitraan canggih yang tidak hanya melihat organ, tetapi juga aktivitas sel dan jaringan tubuh. Dengan hasil lebih detail, dokter dapat mendeteksi penyakit lebih dini, menegakkan diagnosis lebih akurat, dan menentukan terapi yang sesuai.
"Pemeriksaan PET-CT dan SPECT-CT memberikan informasi penting mengenai aktivitas penyakit pada tingkat sel, sehingga membantu dokter menentukan diagnosis, stadium kanker, hingga memantau efektivitas terapi secara lebih akurat," ujar Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Lim Andreas, Sp.KN, Rabu (20/5).
Dalam praktiknya, PET-CT Scan umumnya direkomendasikan ketika terdapat kecurigaan kanker berdasarkan gejala klinis maupun hasil laboratorium. Pemeriksaan ini membantu melihat aktivitas metabolik sel yang mencurigakan, yang biasanya lebih tinggi dibandingkan sel normal, sehingga mendukung diagnosis secara lebih akurat.
Selain untuk diagnosis awal, PET-CT Scan juga berperan dalam menentukan stadium kanker (staging), yaitu menilai penyebaran sel kanker ke kelenjar getah bening maupun organ lain. Informasi ini menjadi dasar penting dalam menentukan strategi terapi, mulai dari operasi, kemoterapi, radioterapi, hingga terapi target.
“Melalui pemeriksaan tersebut, efektivitas pascaterapi juga dapat dinilai melalui perubahan aktivitas sel kanker setelah pengobatan, sekaligus mendeteksi kemungkinan kekambuhan sejak dini. Hasil ini membantu dokter menentukan apakah terapi masih efektif atau perlu disesuaikan,” tambah dr. Lim Andreas.
Sementara itu, SPECT-CT Scan digunakan untuk menilai fungsi organ secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari struktur anatomi, tetapi juga aktivitas fungsionalnya. Pemeriksaan ini membantu mengevaluasi kondisi tulang pada dugaan penyebaran kanker, fungsi tiroid, aliran darah jantung, hingga fungsi ginjal, sehingga memberikan gambaran fungsi organ secara komprehensif.
Seiring dengan kebutuhan akan pemeriksaan yang lebih akurat dan menyeluruh, Mayapada Hospital Jakarta Selatan memiliki layanan PET-CT dan SPECT-CT yang tersedia di Nuclear Medicine and Molecular Imaging yang terintegrasi dengan Oncology Center.
Layanan ini dilengkapi dengan penerapan teknologi dan protokol low radiation imaging (dosis radiasi rendah) sebagai salah satu keunggulan layanan, sehingga pemeriksaan tidak hanya berperan dalam deteksi dini, tetapi juga memberikan kenyamanan lebih bagi pasien dalam proses pemantauan jangka panjang.
Layanan ini menjadi bagian dari pendekatan Comprehensive Cancer Care dan didukung oleh kolaborasi tim dokter multidisiplin dari berbagai subspesialisasi, sehingga pasien mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan terarah. Selama perawatan, Tumor Board aktif menyusun rencana terapi yang tepat, sementara Patient Navigator mendampingi pasien di setiap tahap perawatan, mulai dari skrining, evaluasi hasil, hingga penyusunan rencana terapi.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
