
Forum Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (12/7). (Istimewa).
JawaPos.com – Penanganan kanker tidak hanya berfokus pada operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Pendekatan multidisiplin yang memadukan terapi utama dengan layanan pendukung berbasis bukti ilmiah kini semakin dikembangkan untuk menjaga kondisi fisik sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pembahasan mengenai pendekatan tersebut mengemuka dalam Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (12/7). Forum ini mempertemukan pakar kesehatan dari Indonesia dan Tiongkok untuk membahas pengembangan layanan kanker yang lebih komprehensif, aman, dan juga terbuka terhadap berbagai metode.
Vice President China Anti-Cancer Association (CACA) sekaligus Secretary General Asian Oncology Society, Prof. Wang Ying, membuka forum dengan menyebut bahwa kolaborasi Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat memperluas penerapan pendekatan onkologi yang holistik dan terintegrasi di kawasan Asia.
Menurutnya, integrasi pengobatan tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional yang telah dikembangkan Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat pengembangan integrative oncology di kawasan.
Dalam berbagai jenis pengobatan, Indonesia tak hanya berfokus pada pengobatan berbasis peralatan modern, tetapi juga pengobatan holistik. Dokter Akupunktur Konsultan Analgesia dan Anestesia, dr. Ekky Sri Rejeki, Sp.AK(K), menegaskan bahwa akupunktur medik bukan pengobatan alternatif yang digunakan untuk menggantikan terapi kanker utama.
Akupunktur medik merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang penerapannya mengacu pada evidence-based medicine atau bukti ilmiah. Dalam penanganan kanker, metode tersebut dapat digunakan sebagai terapi adjuvan atau pendamping, termasuk dalam pelayanan paliatif.
“Akupunktur dapat menjadi terapi ajuvan atau terapi pendamping, sekaligus berperan dalam perawatan paliatif untuk membantu mengurangi berbagai efek samping pengobatan kanker,” ujar dr. Ekky.
Salah satu manfaat akupunktur yang telah banyak diteliti adalah membantu mengendalikan nyeri. Stimulasi pada titik-titik tertentu dapat merangsang tubuh memproduksi endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami.
Akupunktur juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi mual dan muntah yang muncul setelah pasien menjalani kemoterapi. Penelitian mengenai manfaatnya untuk menangani keluhan lain, termasuk gangguan pada rongga mulut akibat terapi kanker, juga terus dikembangkan.
“Efektivitasnya memang tidak selalu seratus persen, tetapi dapat membantu meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani pengobatan,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
