JawaPos.com - Perkembangan dunia estetika terus mengalami perubahan seiring hadirnya berbagai inovasi perawatan dan teknologi medis. Belakangan, pendekatan yang menggabungkan perawatan estetika dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh mulai mendapat perhatian, seiring meningkatnya kesadaran bahwa kondisi kulit dan penampilan luar berkaitan erat dengan kesehatan dari dalam.
Founder dan Owner Plasthetic Clinic, Vania Aramita Sari, menjelaskan bahwa dunia estetika berkembang sangat dinamis dari waktu ke waktu. “Jika kita melihat perkembangan dunia estetika dari dulu hingga sekarang, sebenarnya sangat dinamis. Selalu ada inovasi baru yang terus berkembang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/3).
Menurutnya, pada masa lalu perawatan kecantikan masih terbatas pada penggunaan kosmetik. Seiring perkembangan teknologi, berbagai teknik perawatan mulai muncul, mulai dari kontur wajah hingga penggunaan filler.
“Pada zaman dahulu, tidak ada yang namanya suntik-suntikan di wajah. Orang cantik hanya dengan berdandan: memakai blush on, lipstik, dan bedak,” katanya.
Namun, ia menilai tren estetika saat ini mulai bergeser. Pendekatan yang digunakan tidak lagi bersifat seragam untuk semua orang.
“Namun saat ini kita mulai menyadari bahwa tidak ada satu treatment yang cocok untuk semua orang. Semua perawatan harus bersifat personalized. Tidak bisa lagi satu jenis booster diberikan kepada semua pasien,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi kulit, rambut, dan penampilan luar sebenarnya merupakan cerminan dari kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, konsep perawatan kini semakin dikaitkan dengan wellness dan longevity.
“Setiap treatment harus dikaitkan dengan wellness dan longevity, karena kulit, rambut, dan semua yang terlihat dari luar sebenarnya merupakan refleksi dari kesehatan tubuh di dalam,” ujarnya.
Pendekatan tersebut juga mendorong pemeriksaan kesehatan yang lebih menyeluruh sebelum tindakan estetika dilakukan. Selain kondisi kulit, faktor lain seperti hormon, metabolisme, hingga kadar vitamin dalam tubuh turut diperhatikan.
Salah satu yang menurutnya penting adalah vitamin D. Ia mengatakan vitamin tersebut memiliki peran penting dalam sistem tubuh.
“Vitamin D sebenarnya sudah sangat penting sejak lama, tetapi baru banyak dibicarakan sejak pandemi COVID-19. Vitamin ini unik karena bertindak seperti hormon di dalam tubuh,” katanya.
Selain itu, keseimbangan hormon juga dapat dipengaruhi oleh pola hidup. Ia menilai banyak kondisi kesehatan sebenarnya bisa diperbaiki melalui perubahan gaya hidup.
“Hormon dalam tubuh sangat kompleks, tetapi kabar baiknya adalah sebagian besar keseimbangan hormon dapat diperbaiki melalui nutrisi yang baik, gaya hidup sehat, pola tidur yang benar, manajemen stres,” tuturnya.
Dalam perkembangannya, teknologi regeneratif seperti stem cell dan secretome juga mulai dikenal dalam dunia medis dan estetika. Stem cell merupakan sel induk yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel lain dan membantu memperbaiki jaringan yang rusak.
Sementara secretome merupakan molekul bioaktif yang dihasilkan oleh stem cell dan berperan dalam proses regenerasi sel.
Meski teknologi terus berkembang, ia menekankan bahwa tidak ada satu prosedur yang bisa menjadi solusi tunggal dalam perawatan estetika.
“No single procedure gives optimal result. Combination is always better,” pungkasnya.