Ilustrasi seseorang dengan gangguan PTSD membutuhkan dukungan dan pendampingan dari orang terdekat (Dok. Freepik)
JawaPos.com - PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pasca trauma adalah kondisi gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang sangat menegangkan, menakutkan, atau mengancam jiwa.
Contohnya meliputi kecelakaan berat, bencana alam, kekerasan fisik atau seksual hingga kehilangan orang terdekat secara tragis. PTSD membuat penderitanya sulit melupakan kejadian traumatis karena otak terus memutar ulang trauma seolah-olah sedang terjadi kembali.
Meskipun seseorang mungkin teringat akan pengalaman traumatis, hal itu tidak selalu menandakan bahwa ia menderita PTSD. Diagnosis PTSD mencakup beberapa kriteria tertentu. Gangguan ini umumnya muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa menakutkan atau mengancam nyawa.
Hingga kini, alasan mengapa peristiwa traumatis menjadi pemicu PTSD belum diketahui dengan jelas. Namun, para ahli menduga bahwa munculnya PTSD dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, seperti pengalaman hidup yang tragis, adanya riwayat gangguan mental, serta kepribadian bawaan yang cenderung temperamental.
Gejala dari Gangguan PTSD
Gejala PTSD memiliki kemiripan dengan sindrom Stockholm yang juga dapat muncul setelah seseorang mengalami pengalaman traumatis. Namun, tingkat keparahan serta durasi gejala dapat bervariasi pada setiap individu.
Dikutip dari Alodokter, beberapa gejala umum dari PTSD adalah ingatan yang mengingat kembali peristiwa yang memicu traumanya. Pada beberapa kasus, mereka merasa seolah-olah sedang mengalami kejadian traumatis itu lagi.
Kenangan traumatis juga sering muncul dalam bentuk mimpi buruk, yang menyebabkan penderita mengalami tekanan emosional yang cukup berat. Selain itu, individu dengan PTSD biasanya berusaha untuk tidak memikirkan atau membahas peristiwa traumanya.
Hal ini bukan karena mengelak, tetapi biasanya mereka hanya tidak ingin rasa sakit itu muncul lagi. Biasanya, mereka cenderung menghindari berbagai hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis, seperti tempat, kegiatan, maupun orang-orang yang terkait dengannya.
Jika terpaksa harus membahas pengalaman traumatis, orang yang mengalami PTSD sering kali merasa bersalah terhadap orang lain. Selain itu, penderita cenderung menarik diri dari lingkungan sosial karena mengalami kesulitan dalam membangun relasi dengan orang lain.
Upaya Pemulihan dari Kondisi PTSD
Jika seseorang di dekatmu mengalami PTSD, kamu bisa memerhatikan dan mungkin akan menyadari perubahan perilakunya. Dikutip dari Halodoc, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecemasan dan frustasi akibat gangguan PTSD.
1. Konsumsi Obat dan Melakukan Terapi
Gejala PTSD yang dialami sering kali membuat penderitanya merasa lelah, sehingga waktu istirahat menjadi berkurang dan aktivitas sehari-hari pun terganggu. Penanganan yang tepat dapat dilakukan melalui terapi, baik berupa terapi psikologis maupun dengan bantuan obat-obatan seperti antidepresan dan obat tidur.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
